Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 7 Jan 2026 13:49 WITA

Pembangunan Mal dan Bioskop di Kukar, Pakuwon Group Cari Lahan untuk Dibeli


Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana pembangunan mal dan bioskop di wilayah Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana pembangunan mal dan bioskop di wilayah Kutai Kartanegara. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengungkapkan rencana pembangunan pusat perbelanjaan dan bioskop di wilayah Kukar terus berproses. Saat ini, pemerintah daerah bersama pihak pengembang masih melakukan penjajakan dan survei lokasi sebagai tindak lanjut dari sejumlah pertemuan yang telah dilakukan, termasuk pertemuan di Jakarta.

Rendi menyebut salah satu pengembang besar yang menunjukkan minat serius berinvestasi di Kukar adalah Pakuwon Group. Perusahaan tersebut dikenal memiliki sejumlah tipe pusat perbelanjaan berskala nasional, seperti City Mall, City Centrum, hingga Park Mall yang saat ini hanya terdapat di Surabaya dan Jakarta.

“Artinya Pakuwon berminat masuk ke Kukar dan saat ini mereka sedang mencari lahan untuk dibeli, bukan disewa,” ujar Rendi.

Berbeda dengan konsep di Bontang, di Kukar pengembang menginginkan kepemilikan lahan sebagai bagian dari skema investasinya.

Menurut Rendi, kehadiran mal dan bioskop di Kukar berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Dari sektor bioskop saja, potensi pendapatan daerah diperkirakan bisa mencapai sekitar Rp2 miliar per tahun.

Selain itu, pembangunan mal juga akan membuka peluang kerja yang cukup besar bagi masyarakat lokal.

“Satu mal standar bisa menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja, dan itu akan kami prioritaskan untuk warga Kukar,” katanya.

Saat ini, fokus pemerintah daerah adalah mencarikan lokasi terbaik bagi pengembang. Rendi menegaskan perhitungan nilai investasi dan proyeksi keuntungan sepenuhnya menjadi pertimbangan internal pihak pengembang sesuai target pasar yang mereka bidik.

Pemkab Kukar, lanjut Rendi, tidak ingin pembangunan pusat ekonomi baru justru mengganggu keberadaan Pasar Tenggarong yang selama ini menjadi denyut utama perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan diarahkan ke wilayah lain agar pertumbuhan ekonomi lebih merata.

“Ada dua titik yang kami tawarkan, yakni di kawasan Craf dan Jongkang. Untuk Craf, minat pengembang cukup tinggi, tetapi masih dalam tahap penghitungan kelayakan lokasi,” pungkas Rendi. (ATR)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru