okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara melalui Bidang Bina Marga mulai mempercepat penanganan sejumlah titik jalan berlubang di wilayah Tenggarong yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, mengungkapkan bahwa tidak semua kerusakan jalan dapat ditangani sekaligus. Namun, pihaknya memprioritaskan titik-titik yang paling mendesak untuk segera diperbaiki sebelum Lebaran.
“Untuk titik yang dinilai berbahaya dan mendesak, kami prioritaskan agar bisa diselesaikan sebelum Lebaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini kegiatan perbaikan telah memasuki tahap kontrak melalui mekanisme penunjukan langsung. Nilai pekerjaan berkisar antara Rp300 juta hingga maksimal Rp400 juta.
Menurutnya, skema tersebut dipilih agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat, terutama untuk titik-titik kerusakan yang berada di dalam kota.
Adapun beberapa lokasi yang akan segera ditangani, di antaranya kawasan depan Jembatan Repo-Repo, pertigaan simpang lampu merah dengan kondisi jalan menonjol, serta sejumlah titik di depan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Kami berharap dalam waktu dekat alat sudah bisa didatangkan ke lokasi sehingga pekerjaan bisa segera dimulai,” jelasnya.
Linda menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin jalan yang setiap tahun dianggarkan oleh pemerintah daerah. Namun, pada tahun ini terdapat penyesuaian alokasi anggaran.
Hal tersebut dilakukan setelah adanya arahan dari Bupati Kutai Kartanegara agar dilakukan percepatan perbaikan di sejumlah ruas jalan tertentu, termasuk saat kunjungan ke wilayah Tenggarong Seberang.
Sebagian anggaran pun dialihkan untuk mendukung perbaikan jalan di kawasan Jalan Jelawat menuju arah Tenggarong Seberang. Ruas tersebut direncanakan menjadi salah satu lokasi kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang akan digelar pada Juni mendatang.
Secara keseluruhan, total anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini mencapai sekitar Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian difokuskan untuk penanganan titik-titik kerusakan jalan di dalam kota yang bersifat mendesak demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (atr)








