okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Polres Kukar melaksanakan gelar pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Mahakam Tahun 2023. Sebanyak 200 personel gabungan dengan melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kodim 0906/KKR dipersiapkan untuk melaksanakan operasi tersebut.
Adapun pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam Tahun 2023 berlangsung mulai dari Selasa (7/2/2023) sampai dengan Selasa (20/2/2023) atau selama dua minggu.
Kapolres Kukar, AKBP Hari Rosena mengatakan menyebutkan lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara oleh sebab itu pemeliharaan Kamseltibcarlantas sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Maka keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas merupakan suatu cermin keberhasilan dari pembangunan peradaban modern,” katanya.
Polres Kukar khususnya Polantas bersama stakeholder serta pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap budaya tertib berlalu lintas.
“Sehingga pelaksanaan Operasi Kepolisian Keselamatan Mahakam tahun 2023 di bidang lalu lintas mempunyai tujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan,” katanya.
Tidak hanya itu, Operasi Keselamatan Mahakam ini juga bagian dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas menjelang idulfitri 1444 H tahun 2023. Dengan digelarnya apel gelar pasukan ini, Polres Kukar akan mengetahui kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.
“Maka dari itu, Operasi Keselamatan Mahakam tahun 2023 yang digelar selama 14 hari ke depan (tanggal 07 sampai dengan 20 Februari 2023) diharapkan dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan tujuan, dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Mencermati hal tersebut, pada gelaran Operasi Keselamatan Mahakam tahun ini, Rosena menegaskan kepada jajaran Satlantas Polres Kukar untuk terus meningkatkan langkah dan upaya nyata yang lebih efektif dengan mempedomani program prioritas kapolri di bidang lalu lintas, serta mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang persuasif, serta humanis untuk dapat meningkatkan budaya disiplin dan kepatuhan para pengguna jalan.
“Nantinya dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, karena sebagian besar kecelakaan lalu lintas pasti diawali dari pelanggaran lalu lintas,” pungkasnya. (atr/ob1/ef)








