okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Berdasarkan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI), yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Impact Based Forecast (IBF) BNPB, dan InaRisk. Dinyatakan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masuk dalam 10 besar wilayah tingkat historikal banjir tertinggi. Dan berpotensi mengalami bencana banjir.
Hal ini pun langsung mendapat respon dari Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Fida Hurasani, informasi ini telah disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat di Kukar.
“Keadaan seperti ini tidak bisa dianggap sepele, tapi dalam menyikapi peringatan kebencanaan ini harus wajib. Oleh karena itu, mau itu ada peringatan atau tidak kita harus menyiapkan, ” kata Fida.
Berdasarkan pantauan BPBD Kukar , kondisi Sungai Mahakam maupun Sungai Belayan masih dalam keadaan normal. Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai kenaikan air sungai. Mengingat, beberapa pemukiman warga berada di bantaran sungai. Dan memang terdapat beberapa wilayah yang sering terdampak banjir, dikarenakan letaknya yang berada di kawasan cekungan. Sehingga sangat berpotensi terjadi banjir.
“Kita berdoa, mudah-mudahan baik-baik saja, semoga curah hujan dalam keadaan normal, tidak ada perubahan,” pungkasnya. (atr/ob1/ef)








