Menu

Mode Gelap

Sosial · 14 Apr 2022 16:04 WITA

Sirkuit Kalan Tak Terawat, Akses Masuk Nyaris Tertutup Semak


Sirkuit Kalan Tak Terawat, Akses Masuk Nyaris Tertutup Semak Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA— Sirkuit Kalan kebanggaan Samarinda yang menjadi venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang digelar pada 2008 di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Loa Janan Ilir kondisinya jauh dari kata layak,

Sirkuit tersebut menjadi perhatian khusus sebab rencana Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli untuk menjadikan sirkuit tersebut, sebagai wadah menyalurkan hobi para pemuda pelaku balap liar.

Namun saat okeborneo.com mencoba melihat kondisi sirkuit yang menjadi venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang digelar pada 2008 mempunyai luas 100.000 M² dan memiliki panjang trek lintasan 1.200 meter dengan 5 tikungan, kondisinya kurang baik.

Secara keseluruhan untuk venue sirkuit memang masih tampak layak, meski harus diakui diperlukan peremajaan agar sirkuit benar-benar aman untuk pembalap yang melaju pada lintasan.

Akses menuju ke lokasi sirkuit adalah yang paling pertama harus diperbaiki, sebab jalan tersebut kini sudah dipenuhi dengan rumput dan semak belukar serta jalan yang sukar untuk dilewati karena banyaknya lubang dan kubangan lumpur.

Saat memasuki area sirkuit. Pengunjung akan disuguhkan bangunan utama sebagai tribun utama penonton yang tampak sangat tidak terawat karena cat yang telah memudar. Sama halnya dengan pit stop dan menara pantau sirkuit serta podium penyerahan tropi.

Tidak adanya pemeliharaan secara khusus pada Sirkuit Kalan itu diakui petugas jaga yang ditemui okeborneo.com dilokasi, Leo menyebut hanya ada pemeliharaan pemotongan rumput di sekitar saja yang sering mereka kerjakan.

“Sedangkan untuk pemeliharaan lintasan balap dulu pernah dilakukan namun hanya pada saat hendak dilaksanakan kejurnas. Dan itupun hanya ditambal dibeberapa titik pada aspal yang mengalami kerusakan saja,” jelasnya.

“Seharusnya lintasan perlu peremajaan karena jalannya ini ada yang berlumut, bergelombang bahkan ada yang longsor pada sisi kanan lintasan,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun kondisi begitu terkadang ada dari komunitas menggunakannya sebagai wadah berlatih sejumlah pembalap lokal.

“Tapi, untuk komunitas yang mau menggunakan sirkuit harus mengurus perizinan terlebih dahulu dengan regulasi yang ketat seperti harus mempunyai dan memakai alat keselamatan diri saat melakukan balap,” tandasnya.

Sementara itu, untuk akses menuju ke sirkuit. Pengunjung sebenarnya dapat melalui Perumahan Grand Taman Sari. Namun belakangan ini pengelola perumahan melarang, karena ulah pengunjung yang suka tidak ramah mengendarai kendaraannya saat melintas.

“Namun ada pengecualian kepada mobil yang mengangkut kendaraan balap maupun operasional acara,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 409 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Lapas Perempuan Tenggarong Penuh, Sebagian Warga Binaan Masih Dititip di Lapas Laki-laki

22 April 2026 - 12:41 WITA

Lapas Perempuan Tenggarong

Mahasiswa Kukar Bergerak ke Samarinda, Bawa Tuntutan Evaluasi Gubernur

20 April 2026 - 17:52 WITA

Mahasiswa kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

PHK Tanpa Gaji dan Pesangon, Ratusan Pekerja Tambang di Kukar Diduga Jadi Korban

14 April 2026 - 17:53 WITA

4.647 Peserta PBI Dialihkan ke Kabupaten, Kukar Pertanyakan Kebijakan Pemprov

14 April 2026 - 15:01 WITA

PBI Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru