okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran yang melanda Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kuka) pada Minggu (5/3/2023), mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar siswa-siswi. Kebakaran tersebut hanya menyisakan lima ruangan yang tersisa.
Akibat dari kebakaran tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdsikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan, yang terdampak dari kebakaran ada ruangan laboratorium, dan ruang guru menyisakan lima ruangan yang tersedia. Adapun peralatan lainnya seperti komputer bisa diselamatkan.
“Kita tidak tahu sampai hari ini penyebabnya masih diselidiki oleh pihak kepolisian penyebab apinya apa,” katanya, Senin (6/3/2023).
Sedangkan untuk para siswa-siswa yang saat mengalami dampak dari kebakaran rencananya akan digabungkan dengan SDN 038 Samboja dengan meminjam ruangannya. Untuk itu, Disdikbud berencana untuk kembali membangun sekolah tersebut.
Akan tetapi saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan rencana pembangunan sekolah itu kembali, mengingat semua tergantung anggaran yang direncanakan. Karena Thauhid mengaku belum bisa menyediakan anggaran dalam keadaan terdesak dan itu tidak boleh.
“Kalau kita bangunkan mudah mudahan bisa bangun cepat karena tergantung anggaran, sebab kita tidak menyediakan anggaran lain-lain dan itu tidak boleh,” ungkapnya.
Sedangkan apabila masuk dalam anggaran APBD-P 2023 pun harus perhatikan lebih dulu apakah waktunya sempat untuk proses pengerjaannya. Seandainya molor pengesahan APBD-P otomatis itu tidak bisa dikerjakan di tahun ini.
“Nanti amburadul bangunannya. Kalau kita geser pembangunan sekolah lain otomatis mereka akan marah karena mereka juga sudah menunggu dikhawatirkan mereka bisa protes, yang jelas di tahun 2024 akan kami anggarkan,” pungkasnya. (atr/ob1/ef)








