Menu

Mode Gelap

Sosial · 28 Feb 2022 14:48 WIB

Terendam, 100 Hektare Sawah di Desa Ini Gagal Panen


 Terendam, 100 Hektare Sawah di Desa Ini Gagal Panen Perbesar

okeborneo.com, KOTA BANGUN – Petani di Desa Muhuran, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini hanya gigit jari. Harapan bisa memanen padi, sirna. Tak kurang dari 100 hektare sawah di desa ini terendam banjir, justru ketika padi siap dipanen.

Kepala Desa Muhuran, Akhmad Nur mengatakan, petani di desanya, termasuk dirinya, hanya bisa pasrah ketika padi yang siap dipanen itu kini terendam air karena banjir. Dikatakan, ada 158 hektare sawah yang sebelumnya ditanami padi di desa tersebut.

“Ada lebih 100 hektare yang tenggelam. Sedikit saja yang bisa dipanen oleh petani,” sebut Akhmad Nur, Sabtu (26/2) tadi.

Jika tidak banjir, setiap hektare sawah ini bisa menghasilkan padi sebanyak 4 ton per hektare. Itu artinya ada sekitar 400 ton potensi padi yang gagal panen akibat musibah banjir ini.

Diakui, areal persawahan di desa ini memang kerap terjadi banjir tahunan. Namun, sejak 2017 sebenarnya sempat aman dan tidak pernah mengalami banjir. Perubahan iklim kemudian terjadi pada September 2021 tadi, hingga saat ini masih banjir.

Akhmad Nur pun mengaku bingung, karena perhitungan sudah meleset. “Saya tidak tahu, sekarang kondisi alam susah ditebak,” sambungnya.

Dikatakan, selama ini petani di Desa Muhuran memiliki kearifan lokal. Mereka mampu menghitung iklim dengan pola bintang.

“Tapi sekarang ini meleset, tidak bisa lagi. Dulu dengan pola bintang kami tahu kapan akan banjir dan kapan tidak banjir,” bebernya.

Ia berharap, ada bantuan untuk benih padi dari pemerintah. Sebab, para petani harus kembali bangkit untuk bercocok tanam. “Mudah-mudahan setelah banjir surut, dengan bantuan benih, kami bisa cocok tanam lagi,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kaltim, H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos dari daerah pemilihan Kutai Kartanegara ini, akan meneruskan persoalan banjir ini dalam rapat komisi. Reza, sapaan akrabnya, berada di Komisi II yang membidangi sektor pertanian.

“Saya berharap ada sinergi antara Pemprov Kaltim dengan Pemkab Kutai Kartanegara, untuk mencarikan solusi,” sebut wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra ini. Sebab, banjir yang menggenangi lahan pertanian di Desa Muhuran tersebut tentu sangat menyulitkan petani.

“Mudah-mudahan ada solusi segera, untuk benih padi, supaya mereka bisa menanam padi lagi,” pungkasnya. (*/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mahakam Run 2024 : Explore the Beauty of East Borneo, Gagasan Hetifah Siap Kembali Digelar Tahun ini

9 Mei 2024 - 14:09 WIB

Hetifah Tegaskan Dorong Pelibatan Masyarakat dalam Event Pariwisata di Kukar

25 Maret 2024 - 20:35 WIB

Hetifah

IM3 Hadirkan Kampanye Nyatakan Silaturahmi dengan Freedom Internet dan Pasar Ramadan IM3 di Samarinda

14 Maret 2024 - 21:47 WIB

LSP Pembicara Kompeten Kini Miliki 11 Asesor Kompeten

13 Maret 2024 - 13:01 WIB

Hadapi Ramadan, Gelar Pelita Day 2024

12 Maret 2024 - 18:35 WIB

Kebakaran Besar di Muara Kaman Pemkab Kukar Sigap Turunkan Bantuan Logistik

7 September 2023 - 14:10 WIB

Trending di Home