okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya, khususnya komoditas rumput laut jenis Gracilaria di wilayah Muara Badak.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 1.000 hektare hamparan tambak aktif yang dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, dari total potensi lahan mencapai 3.600 hektare. Potensi besar ini dinilai mampu menjadi salah satu penopang utama sektor ekonomi biru di Kukar.
“Sekarang di Muara Badak, hamparannya ada 1.000 hektare lebih, dari 3.600-an potensi tambak yang bisa kita kembangkan untuk budidaya rumput laut jenis Gracilaria,” ujar Muslik, Rabu (9/7/2025).
Muslik juga menambahkan bahwa sebagai langkah nyata hilirisasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar telah membangun sebuah pabrik pengolahan rumput laut di kawasan tersebut. Keberadaan pabrik ini diharapkan dapat menyerap hasil panen masyarakat, mengolahnya secara optimal, dan mendukung program ekspor.
“Harapannya, kita bisa memenuhi kapasitas pabrik tersebut untuk diolah, kemudian untuk diekspor,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pengembangan tambak rumput laut bukan program baru. Sejak tahun 2016, Kukar sudah memiliki program revitalisasi tambak yang digagas oleh Bupati saat itu, Rita Widyasari. Program tersebut menghidupkan kembali tambak-tambak dari Samboja hingga Muara Badak.
“Program ini sudah lama dinanti masyarakat. Pada tahun 2016, kita punya program mbak Rita, yakni tambak revitalisasi, yang kita kembangkan dari Samboja – Muara Badak,” kenangnya.
Pengembangan budidaya rumput laut ini juga telah menjadi bagian dari Rencana Strategis DKP Kukar tahun 2021–2026 melalui program Kukar Idaman, dan kini dilanjutkan melalui visi Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Bupati Aulia Rahman Basri.
“Ini juga sudah tertuang dalam rencana strategis kami 2021–2026, dengan program Kukar Idaman, dan saat ini ke depan akan dilanjutkan dengan Kukar Idaman Terbaik,” pungkas Muslik.
Dengan komitmen kuat Pemkab Kukar dalam membangun industri perikanan dari hulu ke hilir, Muara Badak diyakini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








