Menu

Mode Gelap

Advertorial · 30 Sep 2025 16:57 WITA

200 Peserta Ikuti Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kukar


DLHK Kukar Taufik memberi materi dalam pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga bersama PKK dan DWP di Tenggarong. (Kontributor Bravo13.id) Perbesar

DLHK Kukar Taufik memberi materi dalam pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga bersama PKK dan DWP di Tenggarong. (Kontributor Bravo13.id)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga di Kukar menegaskan kembali pentingnya peran perempuan dalam mengurangi timbunan sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar menggandeng Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) untuk memperkuat keterampilan daur ulang sederhana di rumah.

Sekretaris DLHK Kukar, Taufik, menyebutkan pelatihan kali ini mengajarkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin. Peserta juga diajarkan memanfaatkan sisa makanan menjadi kompos. Menurutnya, meski teknik tersebut bukan hal baru, penerapannya di Kukar tetap penting agar masyarakat lebih terbiasa mengurangi sampah dari sumbernya.

“Harapannya, ibu-ibu dapat menyerap ilmu ini lalu mempraktikkannya di rumah. Langkah kecil ini bisa memberi dampak besar,” ujar Taufik, Selasa (30/9/2025).

Data DLHK Kukar mencatat rata-rata sampah rumah tangga mencapai 0,49 kilogram per orang per hari atau sekitar 85 ton per tahun. Jumlah itu berpotensi turun signifikan jika masyarakat, terutama perempuan, konsisten memilah dan mengolah sampah sejak dari dapur.

Selain menekan timbunan sampah, pelatihan ini juga membuka peluang ekonomi baru. Produk daur ulang, seperti lilin dari minyak jelantah dan pupuk kompos, memiliki nilai jual dan bisa menambah pendapatan keluarga.

“Kalau ibu-ibu sudah terbiasa memilah dan mengolah sampah, manfaatnya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga tambahan penghasilan,” tambah Taufik.

DLHK Kukar menilai keterlibatan PKK dan DWP sangat strategis. Kedua organisasi perempuan ini bersentuhan langsung dengan pengelolaan rumah tangga sehari-hari, sehingga pesan pengurangan sampah dapat menyebar lebih cepat hingga tingkat keluarga.

Melalui pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga di Kukar, pemerintah daerah berharap muncul gerakan kolektif yang konsisten. Langkah ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga lewat inovasi daur ulang. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan