Menu

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 12 Sep 2025 15:16 WITA

Drone Pertanian dan Bioinfigurasi Dongkrak Panen Padi di Kukar, BI dan Politani Turut Terlibat


Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan instansi terkait mengikuti panen padi varietas Leisa sekaligus penerapan digitalisasi farming di Bukit Biru, Kutai Kartanegara, Jumat (12/9/2025). (Kontributor Okeborneo.com) Perbesar

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan instansi terkait mengikuti panen padi varietas Leisa sekaligus penerapan digitalisasi farming di Bukit Biru, Kutai Kartanegara, Jumat (12/9/2025). (Kontributor Okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Hamparan padi yang menguning di Kelurahan Bukit Biru menjadi saksi bagaimana teknologi pertanian mulai masuk ke sawah-sawah tradisional. Pada Jumat, 12 September 2025, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H. Seno Aji bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah hadir dalam panen padi varietas Leisa. Namun, acara ini bukan sekadar panen. Ada pesan besar yang dibawa: masa depan pertanian Kaltim tidak lagi bisa lepas dari mekanisasi dan digitalisasi.

Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mendorong penggunaan alat mekanisasi pertanian modern. Seno Aji menegaskan bahwa intensifikasi pemanfaatan alat ini adalah keniscayaan agar kelompok tani bisa mengurangi beban kerja manual. “Penggunaannya akan kita perluas, supaya setiap kelompok tani bisa merasakan manfaatnya. Tujuannya jelas, mengurangi waktu kerja di lapangan dan meningkatkan hasil,” ujarnya di hadapan peserta panen.

Yang menarik, program ini mendapat sokongan penuh dari Bank Indonesia. Lembaga tersebut tidak hanya memberi dukungan finansial, tetapi juga melibatkan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani) untuk mengembangkan teknologi bioinfigurasi. Teknologi ini menggunakan bakteri khusus untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan otoritas keuangan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan kini ditangani lintas sektor.

Hasilnya langsung terlihat nyata di Bukit Biru. Lahan percontohan seluas 10 hektare yang ditanami varietas Leisa menunjukkan lonjakan produktivitas signifikan. Dari rata-rata 3,6 ton per hektare, hasil panen kini melesat hingga 6,2 ton per hektare. Angka itu memberi harapan baru, bukan hanya bagi Kukar, tetapi juga bagi Kaltim secara keseluruhan yang tengah berhadapan dengan kebutuhan pangan semakin tinggi seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Seno Aji menegaskan, apa yang terjadi di Bukit Biru akan direplikasi ke daerah lain. Bupati Kukar bahkan sudah menyatakan kesiapan untuk memperluas program ini di wilayahnya. “Kalau teknologi ini diadopsi secara luas, kita bisa menjaga kemandirian pangan daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya. Dengan produktivitas yang meningkat hampir dua kali lipat, petani Kaltim kini melihat peluang lebih besar untuk keluar dari jebakan produksi rendah yang selama ini menghantui sektor pertanian. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Seragam Gratis di Kukar, DPRD Ingatkan Sekolah Jangan Tarik Pungutan

13 Juli 2026 - 17:46 WITA

seragam gratis kukar

Bupati Kukar Pastikan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Siswa Baru Tetap Berjalan

13 Juli 2026 - 17:34 WITA

Bantuan Perlengkapan Sekolah

Jendela Belakang Dicongkel, Laptop hingga Tabung Gas Raib dari Rumah di Muara Kaman

11 Juli 2026 - 18:31 WITA

Muara Kaman

Puratanabhumi, Cara Petala Menyuarakan Tanah Tua Kutai lewat Musik

11 Juli 2026 - 18:10 WITA

Petala

Petani Sungai Merdeka Dipanggil, DPRD Dorong Pertemuan Ulang dengan OIKN

10 Juli 2026 - 19:58 WITA

Petani Sungai Merdeka

Efisiensi Anggaran, Dispar Kukar Prioritaskan Erau dan Evaluasi Agenda Wisata 2026

10 Juli 2026 - 15:15 WITA

Erau 2026
Trending di Pariwisata