Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Okt 2025 18:28 WITA

Bank Sampah Sekolah Didorong DLHK Kukar Lewat Program Adiwiyata


Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menegaskan pentingnya bank sampah sekolah lewat program Adiwiyata. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menegaskan pentingnya bank sampah sekolah lewat program Adiwiyata. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bank sampah sekolah menjadi fokus baru DLHK Kutai Kartanegara dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui program Adiwiyata, sekolah-sekolah di Kukar diarahkan agar tidak sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan sekolah berperan penting menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Karena itu, pihaknya mendorong setiap sekolah yang berkomitmen menjalankan Adiwiyata agar mendirikan bank sampah.

“Untuk tingkat sekolah, sudah pasti kita masuk bagian Adiwiyata. Supaya sekolah menjaga kebersihan sekaligus membangun bank sampah di lingkungan sekolah,” tegas Slamet.

Ia menambahkan, keberadaan bank sampah  tidak hanya mengajarkan siswa memilah sampah organik dan anorganik. Program ini juga mengenalkan konsep ekonomi sirkular karena sampah yang terkumpul bisa bernilai rupiah.

Dengan sistem tersebut, siswa dapat belajar bahwa sampah tidak selalu identik dengan masalah. Sampah yang dipilah bisa diolah kembali menjadi kompos, produk kerajinan, hingga disalurkan ke Bank Sampah untuk ditukar dengan uang.

Program ini, lanjut Slamet, dirancang agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh sejak usia sekolah. “Kalau anak-anak terbiasa hidup bersih sejak dini, mereka akan lebih tertib dan peduli lingkungan saat dewasa,” ujarnya.

DLHK Kukar memastikan pendampingan untuk sekolah yang serius menjalankan program ini. Pendampingan mencakup edukasi teknis pengelolaan sampah, pembentukan unit bank sampah, hingga monitoring keberlanjutan program.

“Harapan kami, sekolah bisa menjadi contoh nyata bagaimana budaya peduli lingkungan dimulai dari langkah sederhana. Bank sampah sekolah adalah salah satu buktinya,” pungkas Slamet.

Dengan dukungan ini, bank sampah diharapkan tumbuh di banyak wilayah Kukar, menciptakan generasi muda yang disiplin, peduli lingkungan, dan terbiasa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Erau 2026 Digelar September di Tiga Kawasan, Sekolah Akan Dilibatkan

1 Agustus 2026 - 19:25 WITA

Erau Adat Kutai 2026

Pemkab Kukar Kaji Beasiswa S1 Perangkat Desa, Sasarannya Pemegang KTP Kukar

1 Agustus 2026 - 19:19 WITA

beasiswa S1 perangkat desa Kukar

Operasi Antik Kukar Ungkap 29 Kasus Narkoba, Penyerahan Pakai Titik GPS

31 Juli 2026 - 15:28 WITA

Operasi Antik Mahakam 2026 Kukar

Sekda Kukar: Regulasi Insentif Guru Non-ASN Belum Sah Saat Program Berjalan

30 Juli 2026 - 17:19 WITA

insentif guru non-ASN Kukar

Mangkir Kerja Jadi Pelanggaran Terbanyak, 8 ASN Pemkab Kukar Diberhentikan

30 Juli 2026 - 15:40 WITA

ASN Pemkab Kukar diberhentikan

Rahmat Dermawan Bantah Walkout PDI-P Kukar atas Instruksi Pihak Luar

29 Juli 2026 - 18:55 WITA

walkout PDI-P Kukar
Trending di Pos-pos Terbaru