Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 11 Okt 2025 19:13 WITA

Kurangi Sampah Plastik, Lurah Maluhu Ajak Warga Mulai dari Rumah


Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro saat memberikan keterangan dalam kegiatan World Clean Up Day 2025 di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro saat memberikan keterangan dalam kegiatan World Clean Up Day 2025 di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah meningkatnya volume limbah plastik di lingkungan perkotaan, ajakan untuk kurangi sampah plastik terus disuarakan. Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyerukan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar mengubah perilaku konsumsi sehari-hari demi menjaga kebersihan lingkungan.

Tri Joko menyampaikan hal itu saat mengikuti kegiatan World Clean Up Day (WCD) 2025 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara di kawasan Waduk Panji Sukarame, Tenggarong, Sabtu (11/10/2025). Menurutnya, kegiatan berskala nasional ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah.

“Sampah plastik adalah jenis sampah yang sangat sulit terurai, bahkan bisa memakan waktu ratusan tahun untuk dilebur. Karena itu, kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menguranginya,” ujarnya kepada okeborneo.com.

Ia menjelaskan, aksi bersih-bersih di Waduk Panji difokuskan pada pengumpulan dan pemilahan sampah plastik. Selain itu, warga juga menampilkan berbagai inovasi pemanfaatan limbah, seperti pembuatan ecobrick dan kerajinan berbahan plastik bekas.

“Langkah kecil seperti ini bisa memberi dampak besar jika dilakukan konsisten. Misalnya, mulai dari rumah dengan membawa tumbler sendiri atau tas belanja kain agar tidak tergantung pada plastik sekali pakai,” jelasnya.

Tri Joko juga memaparkan bahwa Kelurahan Maluhu saat ini memiliki dua bank sampah aktif, yakni Bank Sampah Al-Hidayah dan Bank Sampah Kelurahan Maluhu. Kedua lembaga ini menjadi motor penggerak dalam mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Bank Sampah Al-Hidayah bahkan sudah memiliki nasabah dari luar wilayah Maluhu. Ini bukti bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi kegiatan produktif, bukan sekadar pekerjaan sosial,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan seperti World Clean Up Day seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.

“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi ini. Kalau setiap orang mau berbuat kecil tapi konsisten, maka hasilnya akan luar biasa,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pabrik Rumput Laut Muara Badak Belum Beroperasi, Kukar Siapkan Rp10 Miliar untuk Fasilitas Pendukung

5 Oktober 2026 - 21:40 WITA

Usai Tampil di Erau 2026, 350 Penari Terima Honor Rp1,4 Juta

5 Oktober 2026 - 21:22 WITA

HUT ke-81 TNI, Pemkab Kukar Perkuat Sinergi Bersama Jajaran TNI

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Kebakaran Besar di Danau Aji Tenggarong, Puluhan Bangunan Dilaporkan Terbakar

5 Oktober 2026 - 21:17 WITA

KAHMI Kukar Perkuat Soliditas dan Sinergi Pembangunan di Milad ke-60

4 Oktober 2026 - 15:24 WITA

Arbizz Space Diluncurkan, Aulia Harap Jadi Pusat Aktivitas UMKM dan Rekreasi di Kukar

4 Oktober 2026 - 11:28 WITA

Trending di Advertorial