Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 17 Apr 2026 17:48 WITA

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut


Rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berfoto usai kunjungan kerja terkait penjajakan kerja sama pengembangan komoditas kratom di Kukar, Kamis (16/4/2026). (angga/okeborneo.com) Perbesar

Rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berfoto usai kunjungan kerja terkait penjajakan kerja sama pengembangan komoditas kratom di Kukar, Kamis (16/4/2026). (angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Kratom mulai dilihat sebagai sumber ekonomi baru di Kutai Kartanegara. Dengan sekitar 12.000 petani dan produksi yang pernah menembus 200 hingga 300 ton per bulan untuk pasar ekspor, komoditas ini kini menarik perhatian Kalimantan Utara yang datang untuk belajar sekaligus menjajaki kerja sama.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengirimkan tim yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hery Rudiyono, untuk melihat langsung pengelolaan kratom di Kukar. Kunjungan tersebut merupakan penugasan dari gubernur sebagai langkah awal membuka peluang kerja sama, baik antarpemerintah maupun antar pelaku usaha.

“Kami tidak ingin kehilangan momentum. Kratom ini peluang ekonomi yang menjanjikan, dan kami ingin mempelajarinya lebih dalam,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, kratom di Kalimantan Utara sebenarnya sudah mulai berkembang di sejumlah wilayah seperti Malinau, Tana Tidung, Nunukan, dan Bulungan. Namun, pengelolaannya dinilai masih belum optimal karena tergolong komoditas baru dan belum tertata secara sistematis.

Kondisi itu berbeda dengan Kutai Kartanegara yang dinilai telah lebih dahulu mengembangkan kratom secara luas dan terorganisir. Selain jumlah petani yang besar, kapasitas produksi yang mencapai ratusan ton per bulan juga menunjukkan bahwa komoditas ini telah masuk dalam skala ekonomi yang serius.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyebut kratom saat ini tidak lagi dipandang sebagai tanaman biasa, melainkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi mendorong pendapatan daerah.

“Permintaan pasar terus meningkat, termasuk untuk kebutuhan ekspor. Ini peluang yang harus dimanfaatkan dengan pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini distribusi kratom dari Kalimantan Utara masih banyak mengarah ke Kalimantan Barat. Melalui penjajakan kerja sama ini, Kukar membuka peluang untuk menjadi salah satu pusat distribusi dan pengembangan kratom di wilayah Kalimantan.

Kerja sama yang direncanakan tidak hanya mencakup aspek produksi, tetapi juga penguatan jaringan pemasaran, peningkatan kualitas, hingga pengembangan skema bisnis antar pelaku usaha.

Hingga saat ini, pembahasan masih berada pada tahap awal. Namun, kedua daerah sepakat bahwa kratom memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan baru berbasis ekspor di Kalimantan. (*)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar

Petani Sangasanga Tak Lagi Jual Murah, Koperasi Baru Disiapkan Jadi Gudang Distribusi

16 April 2026 - 13:55 WITA

koperasi sangasanga

Dibayar Rp800 Ribu, Kurir Sabu 1,5 Kg di Kukar Terancam Seumur Hidup

15 April 2026 - 17:07 WITA

sabu kukar

Dibangun Rp23 Miliar, Kini Dipenuhi Semak dan Aktivitas Negatif, Ini Kondisi Taman Replika Tenggarong

15 April 2026 - 17:03 WITA

Taman replika Tenggarong
Trending di Pemerintahan