Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 15:54 WITA

Berjuang dari Nol, Bank Sampah Sukamaju Kini Berdayakan Warga Suka Maju


 Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, di area produksi paving blok plastik hasil olahan limbah rumah tangga di Desa Suka Maju, Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, di area produksi paving blok plastik hasil olahan limbah rumah tangga di Desa Suka Maju, Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Di sudut Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, tumpukan plastik, botol, dan bungkus makanan kini tak lagi dianggap sampah. Di tangan Yayuk Sehati, semua itu berubah menjadi simbol ketekunan dan keberdayaan masyarakat melalui Bank Sampah Sukamaju.

Lembaga kecil ini berdiri sejak 2018, dimulai dari semangat sederhana: ingin membuat lingkungan bersih dan memberi manfaat ekonomi bagi warga. Namun perjalanan Yayuk dan timnya jauh dari mudah.

“Alhamdulillah, sekarang hasilnya terlihat. Tapi dulu perjuangannya berat sekali,” kenang Yayuk saat ditemui di tempat pengolahan sampah miliknya, Selasa (15/10/2025).

Di awal berdiri, Bank Sampah Sukamaju hanya bermodalkan kesadaran dan kemauan. Yayuk bersama beberapa ibu rumah tangga mulai mengumpulkan sampah rumah tangga, memilah, lalu menjual ke pengepul. Tak jarang mereka mendapat cibiran dari warga yang belum paham konsepnya.

“Dulu sering diledek. Katanya ngapain jadi pemulung. Tapi saya bilang, kita bukan mengais sampah, kita mengubahnya jadi peluang,” ujar Yayuk tersenyum.

Meski kerap diremehkan, Yayuk tak menyerah. Ia terus mengajak warga agar mau memilah sampah dari rumah. Perlahan, dukungan mulai berdatangan. Sejumlah perusahaan peduli lingkungan ikut membantu peralatan dan pelatihan.

Kini, Bank Sampah Sukamaju berkembang pesat. Mereka tak hanya mengelola sampah anorganik, tapi juga memproduksi paving blok dari limbah plastik, hasil inovasi anak muda desa yang dilatih langsung oleh Yayuk. Produk ini menjadi bukti bahwa kreativitas bisa lahir dari keterbatasan.

“Kalau kita mau belajar dan konsisten, hasilnya luar biasa. Plastik yang dulu mencemari lingkungan, sekarang bisa jadi sumber penghasilan,” tuturnya.

Berkat kegigihan itu, Bank Sampah Sukamaju kini menjadi inspirasi bagi banyak komunitas di Kutai Kartanegara. Beberapa desa bahkan datang untuk belajar sistem pengelolaan yang mereka terapkan—mulai dari tabungan sampah hingga pemanfaatan limbah plastik.

“Yang penting jangan takut memulai. Kalau kita berjuang bersama, perubahan pasti terjadi,” pungkas Yayuk penuh keyakinan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kontrak Proyek Buma Berakhir, Disnakertrans Kukar Kawal Pemenuhan Hak Karyawan

22 Oktober 2026 - 13:22 WITA

Pemkab Kukar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 2.197 Santri, Anggaran Capai Rp6,5 Miliar

22 Oktober 2026 - 12:14 WITA

Hari Santri 2026, Pemkab Kukar Dorong Pesantren Ramah Anak dan Santri Berdaya

22 Oktober 2026 - 12:12 WITA

Hari Santri 2026, Hetifah: Perkuat Pesantren, Lindungi Masa Depan Santri

22 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Data Anak Belum Berakta Dipetakan, Dukcapil Kukar Antar Dokumen hingga ke Rumah

21 Oktober 2026 - 20:08 WITA

Kajati Kaltim Dorong Penguatan Tata Kelola Perusahaan hingga Tingkat Desa di Kukar

21 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Trending di Advertorial