Menu

Mode Gelap

Advertorial · 1 Sep 2025 21:18 WITA

Dari Loa Ipuh, Muncul Gerakan Gantung Sampah Demi Lingkungan Bersih


Deretan kantong sampah warga Desa Loa Ipuh, Tenggarong Seberang, yang digantung rapi di tempat khusus sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Deretan kantong sampah warga Desa Loa Ipuh, Tenggarong Seberang, yang digantung rapi di tempat khusus sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kesadaran masyarakat Desa Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, dalam menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat. Salah satu buktinya terlihat dari penerapan sistem “gantung sampah” yang kini menjadi kebiasaan baru warga setempat.

Pantauan di lapangan pada Senin (1/9/2025) menunjukkan deretan kantong sampah rumah tangga milik warga tertata rapi di pinggir Jalan AP Mangkunegara. Kantong-kantong tersebut digantung di tempat khusus yang telah disediakan pemerintah desa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, mengatakan kebiasaan menggantung sampah ini merupakan strategi sederhana namun efektif untuk mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami ingin menanamkan kedisiplinan warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Sampah cukup dimasukkan ke kantong plastik, digantung di tempat yang sudah ditentukan, dan nanti akan diangkut petugas kebersihan,” jelasnya.

Irawan menegaskan, sistem ini juga bertujuan untuk mencegah penumpukan dan pencemaran lingkungan akibat sampah yang dibuang sembarangan di kebun, tepi jalan, atau bahkan aliran sungai. DLHK Kukar secara rutin menurunkan tim kebersihan untuk mengangkut sampah dari titik-titik penampungan agar tidak menimbulkan bau dan gangguan kesehatan.

“Kita ingin desa tetap bersih dan nyaman. Kalau masyarakat disiplin, lingkungan yang sehat dan asri bisa kita jaga bersama,” tambahnya.

Selain penerapan sistem tersebut, DLHK Kukar juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Edukasi tak hanya diberikan kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak sekolah agar kesadaran lingkungan bisa ditanamkan sejak dini.

“Kami tidak hanya memberi fasilitas, tapi juga membangun kesadaran. Harapannya, perilaku peduli lingkungan ini menjadi budaya, bukan sekadar program sementara,” ujar Irawan.

Ia menegaskan, menjaga kebersihan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat. Dengan partisipasi aktif warga, ia optimistis Desa Loa Ipuh dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kukar.

“Kalau semua warga ikut terlibat, kita bisa wujudkan Loa Ipuh yang bersih, hijau, dan nyaman untuk semua,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Kukar Minta Bankaltimtara Buka-Bukaan Soal Kinerja dan Kredit

24 April 2026 - 19:13 WITA

DPRD Kukar Bankaltimtara

Kiri Tebing Kanan Jurang, Komunitas Vespa Kaltim Taklukkan 1.500 Km di Sulsel

24 April 2026 - 19:06 WITA

Komunitas Vespa Kaltim

Warisan Kutai Masih Bertahan, Festival Nutuk Beham Resmi Dibuka di Kedang Ipil

23 April 2026 - 22:19 WITA

Festival nutuk beham

Lima Rumah Ludes, Kebakaran di Kota Bangun Rugikan Warga Rp3 Miliar

23 April 2026 - 15:41 WITA

Kebakaran kota bangun

3 Hari 3 Malam, Warga Kedang Ipil Jalani Tradisi Nutuk Beham Usai Panen

23 April 2026 - 11:06 WITA

nutuk beham

Warga Protes Rekrutmen RSUD AMI, Bupati Sebut 60 Persen Pegawai Tenaga Lokal

22 April 2026 - 13:36 WITA

Rekrutmen RSUD AMI
Trending di Pos-pos Terbaru