Menu

Mode Gelap

Advertorial · 9 Sep 2025 20:31 WITA

Komisi I DPRD Kukar Telusuri Sengketa Lahan Kampung Nusantara, Akan Panggil Instansi Terkait


Komisi I DPRD Kukar menggelar RDP bersama perwakilan masyarakat Kampung Nusantara membahas sengketa lahan yang belum terselesaikan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Komisi I DPRD Kukar menggelar RDP bersama perwakilan masyarakat Kampung Nusantara membahas sengketa lahan yang belum terselesaikan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat Kampung Nusantara Kilometer 18, Kelurahan Loa Ipuh Darat, kembali mengadukan persoalan lahan yang belum kunjung mendapatkan kepastian. Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan warga, Selasa (9/9/2025), di ruang rapat Komisi I DPRD Kukar.

Rapat dipimpin Ketua Komisi I, Agustinus, bersama dua anggota Komisi I, yakni Desman Minang Endianto dan Jamhari. Sejumlah tokoh masyarakat hadir untuk menyampaikan kondisi terbaru di lapangan.

Anggota Komisi I, Desman Minang, menjelaskan bahwa permasalahan lahan di Kampung Nusantara muncul akibat adanya perbedaan data dan pemahaman terkait luas dan batas wilayah. Hal ini menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran warga yang menempati lahan tersebut sejak lama.

“Dari penjelasan masyarakat, lahan yang diberikan negara kepada daerah mencapai sekitar 2.200 hektare. Namun, hanya sekitar 459 hektare yang tercatat dalam tata ruang, dan lebih dari 100 hektare masih terjadi tumpang tindih. Ini yang membuat masyarakat gelisah,” jelas Desman.

Menurutnya, ketidaksinkronan data tidak hanya terjadi antara masyarakat dan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan instansi vertikal. Karena itu, Komisi I menilai perlu adanya pertemuan lanjutan yang menghadirkan seluruh pihak untuk mengklarifikasi informasi secara terbuka.

“Kita akan minta setiap pihak membawa dokumen resmi dan data terbaru. Dengan begitu, kita bisa menyamakan data dan mencari solusi final agar masyarakat mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Komisi I berencana memanggil sejumlah instansi terkait dalam waktu dekat, di antaranya Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Kukar, BPN, pihak kecamatan, kelurahan, serta perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi seperti PT Tanito dan MHU.

“Harapan kami, melalui pertemuan lanjutan nanti, batas kawasan dan legalitas lahan dapat terurai dengan jelas. Masyarakat butuh kepastian hukum agar tidak terus-menerus hidup dalam kecemasan,” tambah Desman.

Komisi I memastikan akan mengawal penyelesaian sengketa lahan ini hingga masyarakat Kampung Nusantara mendapatkan hak dan kepastian yang mereka perjuangkan selama ini. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan