okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan layanan air PDAM di Tenggarong menjadi lebih deras setelah kapasitas Intake Bekotok ditingkatkan dari 75 liter per detik menjadi 250 liter per detik. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memastikan peningkatan kapasitas itu tidak akan diikuti kenaikan tarif air bagi masyarakat.
Aulia mengatakan, pembangunan Intake Bekotok dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dalam skema tersebut, pemerintah daerah melalui PDAM nantinya akan membeli air bersih yang sudah diolah.
“Pembangunan ini kita lakukan bersama pihak ketiga. Nantinya, pemerintah daerah melalui PDAM akan membeli air bersih yang sudah jadi,” ujar Aulia saat meninjau lokasi Intake Bekotok.
Menurutnya, kerja sama tersebut dipilih untuk mempercepat peningkatan kapasitas layanan air bersih di Tenggarong. Meski melibatkan pihak ketiga, pemerintah daerah tetap menjamin tarif air bagi pelanggan tidak naik.
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas dari 75 liter per detik menjadi 250 liter per detik diharapkan dapat memperbaiki tekanan air sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Harapannya air bisa lebih deras dan kualitasnya juga lebih baik,” katanya.
Aulia menyebut tidak ada kendala berarti dalam rencana pembangunan Intake Bekotok. Lokasi proyek dinilai sudah siap untuk mendukung proses konstruksi.
Pemilihan Bekotok sebagai lokasi pengembangan juga didasarkan pada pertimbangan teknis. Dibandingkan sumber lain seperti Sukarame dan Bukit Biru, pengolahan air di Bekotok membutuhkan upaya lebih besar.
Karena itu, pemerintah menjadikan Bekotok sebagai percontohan kerja sama dengan pihak ketiga.
“Kalau yang effort-nya besar saja bisa kita kelola dengan baik, maka ke depan bukan tidak mungkin skema ini juga diterapkan di Sukarame dan Bukit Biru,” jelasnya.
Terkait potensi kekurangan air baku saat musim kemarau, Aulia memastikan ketersediaan air masih dalam kondisi aman. Hal itu didukung keberadaan Sungai Mahakam sebagai salah satu sumber utama air baku.
“Dari perhitungan PDAM, ketersediaan air masih mencukupi. Selain itu, sudah ada strategi yang disiapkan untuk menghadapi musim kemarau,” ungkapnya.
Ke depan, sistem intake di Bekotok, Sukarame, dan Bukit Biru akan diintegrasikan agar dapat saling menopang distribusi air bersih di Tenggarong.
Selain menambah kapasitas produksi, pemerintah juga akan membenahi jaringan distribusi air. Saat ini, tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) masih berada di kisaran 38 persen.
Aulia menargetkan kebocoran tersebut dapat ditekan hingga di bawah 30 persen. Menurutnya, kebocoran air tidak hanya mengurangi layanan kepada pelanggan, tetapi juga berdampak pada pendapatan PDAM.
“Kita targetkan ke depan bisa ditekan di bawah 30 persen. Karena kebocoran itu sama dengan membuang air dan juga kehilangan pendapatan bagi PDAM,” tegasnya.
Saat ini, proyek pembangunan intake berkapasitas 250 liter per detik tersebut telah memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses lelang.
“Harapannya tidak lebih dari tahun ini sudah terlihat bangunan untuk kapasitas 250 liter per detik ini,” pungkas Aulia.
Peningkatan kapasitas Intake Bekotok menjadi salah satu langkah Pemkab Kukar untuk memperbaiki layanan air bersih di Tenggarong, dengan fokus pada tekanan air, kualitas distribusi, dan pengurangan kebocoran jaringan. (atr/bby)








