okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Pemkab Kukar menyiapkan dua pendekatan untuk menekan kemiskinan. Warga rentan yang tidak lagi produktif diberi bantuan sosial atau bansos, sedangkan warga usia produktif diarahkan mengikuti pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi.
Strategi itu disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menyerahkan bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas, anak terlantar, lanjut usia, veteran, serta bantuan alat dan mesin pertanian di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tenggarong, Rabu (13/5/2026).
Aulia mengatakan, bantuan sosial diberikan kepada kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 3. Kelompok tersebut merupakan warga dengan tingkat kesejahteraan rendah dalam basis data sasaran bantuan pemerintah.
Menurutnya, intervensi tersebut dilakukan agar warga rentan tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan.
“Harapan kita tidak ada masyarakat di Kutai Kartanegara yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena keterbatasan ekonomi,” ujar Aulia.
Dalam kegiatan itu, bantuan diberikan kepada penyandang disabilitas, anak terlantar, lanjut usia, dan veteran. Bantuan untuk veteran diberikan dalam bentuk tunai, sedangkan kelompok rentan lainnya menerima paket kebutuhan pangan.
Aulia menjelaskan, bantuan langsung dibutuhkan bagi warga yang tidak lagi produktif atau tidak memungkinkan untuk didorong bekerja. Sementara warga yang masih mampu bekerja akan diarahkan ke program pemberdayaan.
“Kalau pengentasan kemiskinan itu kakinya cuma dua, yaitu charity dan empowerment,” katanya.
Aulia menjelaskan, charity merupakan bantuan langsung untuk kelompok rentan. Adapun empowerment diarahkan kepada warga usia produktif melalui peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
“Bagi masyarakat yang masih produktif, kita dorong untuk memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi melalui berbagai pelatihan,” katanya.
Ia menyebut warga produktif dapat mengikuti program Kukar Siap Kerja dan Klinik Wirausaha Mandiri. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh keterampilan kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Selain bantuan sosial, Pemkab Kukar juga menyalurkan 17 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian melalui koordinasi dengan anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur, Budisatrio Djiwandono.
Aulia menilai bantuan alsintan penting untuk mendukung produktivitas petani di Kukar. Pemerintah daerah, kata dia, juga tetap fokus membangun infrastruktur penunjang pertanian, seperti jalan usaha tani dan jaringan irigasi.
Ia meminta pemerintah desa ikut mengawasi penyaluran dan pemanfaatan bantuan tersebut. Pengawasan diperlukan agar bantuan benar-benar diterima dan digunakan oleh warga yang berhak.
“Kami ingin bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Program penyaluran bansos, bantuan veteran, alsintan, serta pelatihan kerja tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar dalam menangani kemiskinan. Bantuan sosial ditempatkan sebagai perlindungan bagi kelompok rentan, sementara warga usia produktif diarahkan ke jalur pemberdayaan ekonomi. (atr/bby)








