okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Sejarah Sultan Aji Muhammad Idris mulai disiapkan untuk masuk ke ruang belajar peserta didik di Kutai Kartanegara. Disdikbud Kukar menyusun materi pengenalan pahlawan nasional asal Kutai itu untuk jenjang PAUD hingga SMP, dengan pendekatan berbeda sesuai usia siswa.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pengenalan Sultan AM Idris penting agar generasi muda memahami sejarah perjuangan yang lahir dari tanah Kutai sendiri.
Menurutnya, materi pembelajaran tidak bisa dibuat seragam untuk semua jenjang. Anak usia dini membutuhkan pendekatan yang lebih visual dan sederhana, sedangkan siswa SD dan SMP dapat menerima materi yang lebih luas melalui muatan lokal.
“Untuk PAUD tentu pendekatannya lebih sederhana, bisa melalui gambar, ilustrasi, atau karikatur agar anak-anak tertarik mengenal tokoh daerah,” ujar Heriansyah, Senin (18/5/2026).
Untuk tingkat SD dan SMP, kata Heriansyah, penguatan materi akan dimasukkan melalui muatan lokal yang telah memiliki dasar hukum daerah. Disdikbud Kukar nantinya akan menyiapkan dan mendistribusikan bahan ajar tersebut ke satuan pendidikan.
Ia menyebut literasi sejarah lokal perlu diperkuat karena masih banyak anak yang belum mengenal tokoh penting dari daerahnya sendiri. Melalui materi tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui nama Sultan AM Idris, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang diwariskannya.
Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Sultan Kutai Kartanegara yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pertama dari Kalimantan Timur pada 2021. Dalam sejarahnya, ia dikenal ikut membantu perjuangan Lamaddukelleng melawan penjajah di Sulawesi.
Heriansyah menilai perjuangan Sultan AM Idris menunjukkan semangat persatuan antardaerah yang telah tumbuh sejak masa Nusantara sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semangat kebersamaan dan keberanian beliau ini yang ingin ditanamkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus,” katanya.
Selain memperkenalkan sejarah daerah, penyusunan materi Sultan AM Idris juga diarahkan sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar Kukar. Nilai keberanian, kepemimpinan, dan kebanggaan terhadap identitas daerah dinilai penting di tengah perubahan besar Kalimantan Timur sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.
Disdikbud Kukar masih menyiapkan materi pembelajaran tersebut sebelum didistribusikan ke sekolah. Penyesuaian isi berdasarkan jenjang pendidikan menjadi bagian penting agar sejarah Sultan AM Idris dapat diterima siswa secara lebih mudah dan relevan. (atr/bby)








