okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Rita Widyasari mengaku tidak menyangka masih banyak warga yang menyambut kepulangannya ke Tenggarong.
Mantan Bupati Kutai Kartanegara itu mengatakan momen kembali ke kampung halaman setelah menyelesaikan masa hukuman membuatnya terharu. Namun, di tengah sambutan warga dan dorongan sebagian pihak, Rita menegaskan belum ingin kembali ke dunia politik.
“Terharu, apalagi tadi pas melewati jembatannya. Saya pikir enggak banyak orang yang menunggu, eh ternyata banyak yang menyambut dan mengiringi. Alhamdulillah, luar biasa. Jujur, itu enggak terbayangkan oleh saya,” ujarnya.
Rita mengatakan momen melintasi jembatan menuju Tenggarong menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas. Ia melihat banyak warga menyambut dan mengiringi kedatangannya.
Selain sambutan warga, Rita juga mengaku senang melihat perkembangan wajah Tenggarong. Sejumlah kawasan yang dahulu dibangun pada masa kepemimpinannya kini berkembang menjadi ruang publik yang ramai dimanfaatkan masyarakat.
“Saya senang lihat Tenggarong sekarang. Dulu kan saya yang membongkar kawasan itu. Cita-cita saya memang membuat begitu, buat tempat nongkrong. Alhamdulillah sekarang sudah jadi, bagus dan keren,” katanya.
Rita juga mengaku sempat menitikkan air mata saat melihat spanduk dan tulisan yang kembali memuat slogan lama “Bunda Rita” dan “Kukar Idaman”.
“Tadi saya lihat ada spanduk-spanduk dan tulisan Bunda Rita Kukar Idaman lagi. Aduh, sedih rasanya. Saya sampai nangis,” tuturnya.
Meski kepulangannya memunculkan kembali perhatian publik, Rita memilih tidak terburu-buru berbicara soal politik. Ia mengatakan saat ini ingin beristirahat lebih dulu dan menikmati waktu bersama keluarga.
“Aku kan lahir di sini. Sudah lama sekali enggak tinggal di rumah ini. Jadi saya mau lihat-lihat dulu. Saya masih punya aset dan sebagainya di sini. Sementara ini saya mau di sini dulu, istirahat dulu sambil melihat situasi,” ujarnya.
Rita juga menyebut masih ada proses pemeriksaan yang harus dijalaninya terkait perkara hukum yang pernah menjeratnya.
“KPK juga masih ada pemeriksaan. Jadi sementara ini saya menetap di sini dulu,” katanya.
Selain beristirahat, Rita berencana berziarah ke makam ayah dan adiknya. Ia mengaku kehilangan banyak momen bersama keluarga selama menjalani masa tahanan, termasuk kabar meninggalnya sejumlah kerabat.
“Saya mau ke kuburan bapak dan adik saya. Banyak keluarga yang meninggal selama saya menjalani masa tahanan. Bahkan ada yang baru saya tahu hari ini setelah pulang,” ungkapnya.
Kepulangan ke Kukar juga membangkitkan kerinduan Rita terhadap suasana kampung halaman. Salah satu hal yang paling dirindukannya adalah kuliner lokal yang memiliki kenangan sejak masa remaja.
“Yang paling saya kangen itu bakso GLG. Dulu waktu umur 17 tahun, ulang tahun saya di rumah ini dan makanannya bakso GLG. Saya bisa tiga kali makan bakso,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga mengaku merindukan berbagai makanan khas Kutai, termasuk cempedak saleh dan kuliner tradisional lainnya.
“Saya memang orang Kutai. Saya lahir di Jalan Mawar. Saya benar-benar lahir orang Kutai. Saya kangen dengan segala makanan sini,” katanya.
Terkait dorongan agar dirinya kembali aktif di politik, Rita belum memberikan kepastian. Ia memilih menepi sementara dan memprioritaskan kehidupan pribadi setelah lama tidak tinggal di Kukar.
“Waduh, saya mau istirahat dulu. Aku ini dimusuhin orang banyak sekali. Pokoknya sekarang saya mau istirahat dulu, lihat-lihat aset dan berdoa,” ujarnya.
“Kalau urusan politik, saya enggak mau dulu. Malas, capek saja,” tambahnya.
Rita mengatakan prioritasnya saat ini adalah bertemu keluarga dan kerabat dekat. Ia juga tidak menutup diri jika ada tokoh masyarakat atau kawan lama yang ingin bersilaturahmi.
“Pertama saya mau ketemu keluarga dulu. Saya sudah lama enggak ketemu keluarga dekat. Kalau tokoh-tokoh atau kawan-kawan lama yang mau ketemu, pasti saya temui,” tutupnya. (atr/bby)








