okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Sebanyak 58 tenant di Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), dipastikan terisi menjelang shop opening yang digelar mulai Senin (14/9/2026) malam. Seluruh tenant ditargetkan mulai beroperasi dalam rangkaian pembukaan kawasan kuliner dan usaha tersebut.
Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kukar, Santi Efendi, mengatakan pihaknya sebelumnya menargetkan tingkat keterisian tenant mencapai 80 persen. Namun, hingga hari persiapan, seluruh 58 tenant telah terisi.
“Untuk hari ini 58 terisi. Makanya yang kemarin target kami 80 persen. Insyaallah jadi 95 persen, karena kami takutnya 5 persen error atau orang sakit. Tapi hari ini semua terisi,” kata Santi.
Menurutnya, shop opening yang digelar pihak pengelola dimulai Senin malam. Sejumlah kegiatan hiburan seperti penampilan band dijadwalkan meramaikan kawasan tersebut hingga Jumat sore.
Sementara pembukaan resmi Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace dijadwalkan pada 19 September 2026 malam dan akan dilakukan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Pembukaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi dan Hari UMKM, sekaligus peluncuran aplikasi Kukargo bersama DPMPTSP.
Santi menjelaskan, pada pembukaan resmi tersebut seluruh tenant diharapkan sudah beroperasi, termasuk tenant yang berada di area kontainer. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat langsung dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
Terkait asal-usul pelaku usaha yang mengisi tenant, Santi mengatakan proses kurasi sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pengelola. Pemerintah tidak masuk dalam proses tersebut karena pengelola memiliki konsep tersendiri dalam mengembangkan kawasan Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace.
“Kalau untuk pengisian tenant itu kami serahkan ke pengelola, karena itu hak pengelola. Karena mereka juga punya kurasi, karena punya konsep,” ujarnya.
Ia menyebut konsep pengelola tidak sebatas menyewakan tempat kepada pelaku usaha, tetapi juga menata komposisi tenant agar aktivitas usaha di kawasan tersebut lebih beragam.
Santi mengatakan, berdasarkan informasi sementara yang diketahuinya, pelaku usaha dari kawasan Titik Nol kemungkinan tidak menjadi bagian dari tenant di lokasi tersebut. Namun, ia memastikan hal itu masih akan dikonfirmasi kembali kepada pengelola.
“Yang saya tahu hari ini, karena konsep mereka ini sudah seminggu jalan, sepertinya untuk yang di Titik Nol kemungkinan tidak ada. Tapi akan saya tanyakan kembali, karena saya bilang tadi ada kurasinya,” katanya.
Keberadaan Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi selama rangkaian Erau dan peringatan Hari Kota Raja. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang diharapkan ikut menarik aktivitas masyarakat selama perayaan berlangsung.
Santi berharap kehadiran kawasan tersebut dapat memperluas pusat perputaran ekonomi, tidak hanya terpusat di kawasan pusat kota. Selain itu, halaman dan area parkir yang tersedia juga dinilai dapat mendukung pelaksanaan kegiatan lain, termasuk kegiatan tradisional, tanpa mengganggu lalu lintas.
“Tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti tradisional yang memang ada halaman kita depan mungkin bisa dipakai, bisa digunakan. Karena di sini ada parkirnya yang tidak mengganggu lalu lintas,” tuturnya.
Untuk jenis usaha, sejumlah tenant menawarkan makanan dan minuman, mulai dari kopi, omelet, makanan berat, Soto Kutai hingga jajanan khas Kutai.
Menurut Santi, komposisi tenant tersebut telah ditata dengan konsep yang mempertimbangkan keseimbangan jenis usaha. Misalnya, tenant yang menjual minuman ditempatkan berdekatan dengan tenant makanan berat sehingga produk yang ditawarkan tidak terlalu banyak memiliki jenis yang sama.
“Seperti hari ini kan dilihat nih, Kopi Peng. Kopi Teng kan jualan kopi. Sebelahnya itu kan ada dapur makanan berat. Jadi berimbang,” jelasnya.
Dengan seluruh 58 tenant telah terisi, Puja Sera Taman Kota ArbizzSpace kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum pembukaan resmi pada 19 September mendatang.(atr)









