Teks foto : Kepala PMD Kukar, Arianto (Angga/okeborneo.com)
okeborneo.com,KUTAI KARTANEGARA– Pengembangan kawasan perdesaan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diarahkan melalui pendekatan pembangunan terpadu yang mengutamakan potensi lokal dan sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Upaya ini menjadi bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang menargetkan dukungan anggaran hingga Rp100 miliar untuk setiap kawasan perdesaan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan saat ini terdapat enam kawasan perdesaan yang telah terbentuk. Dengan target alokasi Rp100 miliar per kawasan, kebutuhan anggaran untuk keseluruhan kawasan diperkirakan mencapai Rp600 miliar.
Menurutnya, pembangunan kawasan tidak semata-mata dilakukan dengan menambah alokasi anggaran baru, tetapi juga mengintegrasikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh masing-masing OPD. Dengan pendekatan tersebut, program pembangunan yang tersebar di sejumlah desa dapat diarahkan untuk mendukung tujuan pengembangan kawasan secara bersama-sama.
“Konsepnya nanti, kami melihat kegiatan apa saja yang sudah dilakukan OPD di suatu kawasan. Kegiatan itu akan menjadi bagian dari perhitungan anggaran Rp100 miliar per kawasan,” ujar Arianto.
Ia menjelaskan, setiap kawasan memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, arah pembangunan akan disesuaikan dengan keunggulan lokal, baik di sektor pertanian, peternakan maupun pariwisata. Dalam satu kawasan, terdapat sekitar 10 hingga 12 desa yang berpotensi dikembangkan secara terintegrasi.
Melalui pola tersebut, desa-desa diharapkan tidak berkembang secara sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam membangun potensi ekonomi kawasan. Keterlibatan lintas OPD juga menjadi faktor penting agar pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan sektor unggulan dapat berjalan selaras.
Arianto menambahkan, dukungan pembangunan kawasan selama ini masih memanfaatkan anggaran yang tersedia pada masing-masing OPD serta bantuan keuangan lainnya. Salah satu contohnya adalah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) sebesar Rp1 miliar yang pernah diberikan kepada Desa Perjiwa Tunggal untuk menunjang sejumlah fasilitas yang telah direncanakan.
Ke depan, Pemkab Kukar akan mengoptimalkan koordinasi antarperangkat daerah agar kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di setiap kawasan dapat dihitung sebagai bagian dari dukungan anggaran secara menyeluruh. Namun, realisasi target Rp100 miliar per kawasan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Sekarang pengembangan kawasan masih mengandalkan anggaran yang ada di masing-masing OPD. Ke depan, ketika kemampuan APBD sudah memadai, seluruh OPD yang terlibat dalam satu kawasan akan diarahkan untuk mendukung pengembangannya dengan total anggaran yang ditargetkan Rp100 miliar,” jelasnya.
Pemkab Kukar berharap skema pembangunan terpadu tersebut dapat mulai dilaksanakan pada tahun depan atau dalam dua tahun mendatang, bergantung pada kondisi fiskal daerah. Dengan perencanaan yang terarah dan kolaborasi lintas sektor, program Kukar Idaman Terbaik diharapkan mampu memperkuat potensi ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan.(adv/prokomkukar/atr)










