Menu

Mode Gelap

Hukum - Kriminal · 31 Des 2021 17:40 WITA

Sepanjang 2021, BNNK Samarinda Tangkap 12 Tersangka Narkotika dan Rehabilitasi 143 Pecandu Sabu


Sepanjang 2021, BNNK Samarinda Tangkap 12 Tersangka Narkotika dan Rehabilitasi 143 Pecandu Sabu Perbesar

okeborneo.com, SAMARINDA – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda memaparkan hasil pencapaian kinerja sepanjang tahun 2021.

Terhitung sejak Januari hingga Desember 2021 BNN Kota Tepian telah mengungkapkan 10 kasus Laporan Kasus Narkotika (LKN), 9 kasus Tim Assesment Terpatu (TAT), dengan total tersangka 12 orang.

Kepala BNNK Samarinda, Kompol Muhammad Daud menjelaskan, berdasarkan data yang dan hasil ungkapan BNNK tahun ini telah mengungkapkan kasus narkotika jenis sabu dan narkotika tembakau sintetis.

“Di tahun 2020, untuk penangkapan kasus sabu ada 55,86 gram, dan di tahun ini pengungkapkan kasus sabu sedikit meningkat. Akan tetapi pengungkapan kasus ganja sama sekali tidak ada, walaupun di tahun 2020 pengungkapan kasus ganja ada sebanyak 1.416 gram, dan yang terbaru ditahun ini adalah pengungkapkan kasus tembakau sintetis,” ucapnya.

Selain itu untuk demand reduction dan supply reduction, Daud kembali menjelaskan langkah tersebut guna menekan angka penyalahgunaan narkotika dengan melakukan upaya rehabilitasi para pecandu narkoba.

Selama 2021 BNN Kota Samarinda telah melakukan rehabilitasi kepada 143 orang pecandu narkotika, dengan rincian 100 klien dirawat jalan di Klinik Pratama BNNK Samarinda, dan 43 klien di rujuk rawat inap di Balai Rehabilitasi Tanah Merah.

“Jadi jika dibandingkan tahun 2020, upaya rehabilitasi mengalami penurunan lantaran keterbatasan sarana rehab rawat inap dan pandemi Covid-19. Di tahun 2020 kami mampu merehabilitasi 154 orang pencandu narkotika, dengan rincian 105 klien rawat jalan, dan 49 klien rawat inap,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkannya, BNNK Samarinda juga telah melakukan antisipasi serta pencegahan dini.

“Kami selalu sosialisasikan untuk memperkuat fungsi pengawasan dengan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan RT setempat,” katanya.

Dijelaskannya pula, dibutuhkan fungsi koordinasi dan kerjasama seluruh lapisan guna pengungkapan kasus sabu yang sering terjadi di sebuah rumah kontrakan.

“Jika para pemilik rumah sewaan terbukti bekerja sama dengan para pelaku narkotika, mereka bisa diancam dengan pidana. Serta jika terindikasi adanya kerjasama antara pemilik rumah kontrakan dengan sindikat penjualan narkotika bisa di pidana sesuai pasal 131 UU 35 tahun 2009,” pungkasnya. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Kukar Siapkan Rekomendasi Penutupan Ponpes Terkait Dugaan Kekerasan Seksual

16 Juni 2026 - 16:56 WITA

Ponpes Kukar

Dugaan Asusila di Ponpes Kukar, Pemkab Akan Cek Izin dan Pengawasan

15 Juni 2026 - 18:10 WITA

ponpes Kukar

Berangkat dari Samarinda, 40 Kg Sabu dan 157 Cartridge Etomidate Diungkap di Parepare

11 Juni 2026 - 19:20 WITA

sabu Parepare

Rita Widyasari Muncul Lagi, Pengamat Baca Sinyal Pengaruh Politik yang Belum Padam

10 Juni 2026 - 19:18 WITA

Rita Widyasari. (Istimewa)

Unit PPA Polres Kukar Tangani Video Diduga Melibatkan Anak, Warga Diimbau Tak Menyebarkan

9 Juni 2026 - 17:46 WITA

Unit PPA Polres Kukar,

Polsek Loa Kulu Bongkar Jalur Ganja 3,3 Kg, Pemasok Utama Masih Diburu

3 Juni 2026 - 15:34 WITA

Polsek Loa Kulu
Trending di Hukum - Kriminal