Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 8 Agu 2025 13:43 WITA

Bahasa Kutai Diangkat Lewat Bincang Sastra, Disdikbud Kukar Dorong Pelestarian Lewat Literasi


Bahasa Kutai Diangkat Lewat Bincang Sastra, Disdikbud Kukar Dorong Pelestarian Lewat Literasi Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA– Upaya menjaga eksistensi bahasa Kutai di tengah gempuran modernisasi terus digencarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu langkah konkret terbaru adalah dengan menggelar kegiatan Bincang Buku Antologi Puisi di Taman Titik Nol, Tenggarong, pada Rabu malam (6/8/2025).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan Komunitas Talent Kesah Rupa (Takeru) dan Gerakan Literasi Kutai (GLK), serta menjadi panggung apresiasi bagi karya sastra berbahasa Kutai yang mulai langka terdengar dalam percakapan sehari-hari, bahkan di lingkungan keluarga.

Dua buku yang menjadi fokus pembahasan adalah “Begenjoh” karya Sukardi Wahyudi dan “Maharagu” karya Khalis Abniswarin. Keduanya tidak hanya memuat puisi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa bahasa Kutai masih hidup dan bisa menjadi medium ekspresi sastra yang kuat.

Diskusi karya ini juga menghadirkan Dedi Nala Arung dan Chai Siswandi, dua tokoh yang aktif dalam dunia literasi dan kebudayaan di Kukar. Keduanya menyoroti pentingnya sastra sebagai jembatan antara generasi muda dan akar budaya lokal.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini adalah langkah awal untuk menghadirkan ruang berekspresi bagi para pelaku budaya dan sastra di Kukar.

“Selama ini belum banyak ruang terbuka untuk teman-teman penggiat sastra menyuarakan kegelisahannya tentang budaya. Kegiatan ini adalah bentuk dukungan nyata agar mereka bisa lebih aktif dalam pelestarian dan pembinaan kebudayaan,” ujar Puji.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa direncanakan untuk digelar secara rutin, sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat pengembangan literasi berbasis kearifan lokal.

Disdikbud Kukar sendiri telah memiliki Program Bahasa Ibu yang mengusung pelestarian bahasa Kutai di sekolah-sekolah melalui mata pelajaran muatan lokal. Program ini sebelumnya telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tahun ini, Program Bahasa Ibu akan kami lanjutkan lagi di tingkat kabupaten. Harapannya bisa berkembang ke jenjang provinsi, bahkan nasional. Bahasa Kutai punya banyak dialek, dan ini potensi besar yang tidak boleh hilang,” tutupnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SLBN Tenggarong Dapat Bus Sekolah, Mobilitas Siswa Berkebutuhan Khusus Diperkuat

22 Mei 2026 - 14:08 WITA

SLBN Tenggarong

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Mereda Usai Audiensi, Rudy Mas’ud Jelaskan Mekanisme Hak Angket

22 Mei 2026 - 14:03 WITA

Rudy Mas’ud

Korsleting Listrik Terjadi di Gedung D Kantor Bupati Kukar, Damkar Turunkan Empat Unit

22 Mei 2026 - 11:20 WITA

Kantor Bupati Kukar

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong
Trending di Ekonomi