Menu

Mode Gelap

Advertorial · 8 Okt 2025 18:37 WITA

Bank Sampah Al Hidayah Maluhu Jadi Inspirasi Pengelolaan Sampah di Kukar


Pejabat DLHK Kukar memaparkan kondisi TPA Bekotok dan strategi pengelolaan sampah kepada peserta sosialisasi di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Pejabat DLHK Kukar memaparkan kondisi TPA Bekotok dan strategi pengelolaan sampah kepada peserta sosialisasi di Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Bank Sampah Al Hidayah Maluhu kini menjadi inspirasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kutai Kartanegara. Konsistensi dalam mengedukasi warga dan menciptakan inovasi ramah lingkungan membuatnya mendapat pengakuan luas.

Belum lama ini, Direktur Bank Sampah Al Hidayah Maluhu diundang sebagai narasumber dalam workshop pengelolaan sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Dalam kesempatan itu, ia membawakan materi bertema “Jelantah Jadi Terang, Membuat Lilin Ramah Lingkungan” yang langsung menarik perhatian peserta.

Materi tersebut menyoroti cara sederhana mengolah minyak jelantah rumah tangga menjadi lilin ramah lingkungan. Solusi ini dianggap tepat karena menghadirkan manfaat ganda: mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang bisa digunakan kembali.

Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, mengapresiasi prestasi warganya. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan kepada Bank Sampah Al Hidayah Maluhu tidak lepas dari kerja keras pengelola dalam menumbuhkan kesadaran warga sekitar.

“Ini bukti bahwa inovasi yang mereka lakukan diakui. Alhamdulillah, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu sering diundang menjadi narasumber, termasuk oleh DLHK,” ungkap Joko.

Selain aktif dalam edukasi, bank sampah ini juga menghasilkan berbagai produk ramah lingkungan. Mulai dari tas berbahan plastik bekas, eco brick, hingga pupuk kompos yang sudah dimanfaatkan masyarakat.

“Inovasi ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi. Limbah yang semula dianggap tidak berguna kini bisa berubah menjadi produk bernilai jual,” tambah Joko.

Dengan kiprah tersebut, Bank Sampah Al Hidayah Maluhu diharapkan terus menjadi contoh baik bagi wilayah lain di Kukar. Program ini membuktikan bahwa budaya peduli lingkungan bisa tumbuh kuat dari komunitas jika dikelola dengan komitmen dan kreativitas.

Lebih jauh, keberhasilan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Produk hasil daur ulang tidak hanya dipakai sendiri, tetapi juga dijual sehingga memberi penghasilan tambahan. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan langsung manfaat dari gerakan peduli lingkungan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RT-Ku Terbaik Diluncurkan, Bupati Aulia Minta Pengawasan Dana RT Diperkuat

23 Juni 2026 - 15:28 WITA

RT-Ku Terbaik Kukar

DPRD Kukar Dorong Keringanan Tunggakan Sewa Eks Tanjung Mangkurawang

22 Juni 2026 - 16:34 WITA

Eks Tanjung Mangkurawang

52 Tim Ikuti Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026, IESPA Jaring Atlet Muda

20 Juni 2026 - 21:33 WITA

Kapolres Kukar Cup Mobile Legends 2026

Demokrat Kukar Tiga Periode Tanpa Kursi, DPP Dengarkan Paparan Kandidat Ketua

20 Juni 2026 - 21:05 WITA

Ketua Komisi II DPR RI Siap Fasilitasi Persoalan Lahan Warga di Kawasan IKN

19 Juni 2026 - 20:57 WITA

lahan warga terdampak IKN

Ponpes di Kukar Direkomendasikan Ditutup, Hak Pendidikan Santri Tetap Dijamin

19 Juni 2026 - 18:49 WITA

Ponpes Kukar
Trending di Pendidikan