Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Okt 2025 19:30 WITA

Bank Sampah Etam Idaman Ubah Sampah Jadi Tabungan Warga Jahab


Warga Kelurahan Jahab menunjukkan buku tabungan dan catatan transaksi di Bank Sampah Etam Idaman, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Warga Kelurahan Jahab menunjukkan buku tabungan dan catatan transaksi di Bank Sampah Etam Idaman, Tenggarong. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dulu, sampah rumah tangga di Kelurahan Jahab sering menumpuk tanpa solusi. Kini, melalui Bank Sampah Etam Idaman, warga menemukan cara mengubah masalah menjadi peluang ekonomi.

Bank sampah tersebut berdiri di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong, sebagai inisiatif warga bersama pemerintah. Program ini tidak hanya fokus menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketua Bank Sampah Etam Idaman, Srie Lestari, menjelaskan gagasan tersebut muncul setelah dorongan kelurahan serta instruksi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar. Ia dipercaya memimpin karena memiliki pengalaman dalam pengelolaan sampah.

“Awalnya kami diminta membentuk bank sampah. Namun, alasan utama kami bergerak adalah rasa prihatin melihat sampah menumpuk di sekitar permukiman,” kata Srie.

Saat ini, bank sampah itu didukung 15 anggota aktif. Mereka rutin mengedukasi warga untuk memilah sampah rumah tangga. Menurut Srie, tantangan terbesarnya adalah mengubah pola pikir warga. Karena itu, pendekatan persuasif menjadi kunci agar masyarakat sadar bahwa sampah dapat diolah dan bernilai jual.

Bank Sampah Etam Idaman membuka layanan setiap Kamis dan Sabtu. Warga membawa sampah, kemudian petugas menimbang dan mencatat hasilnya di buku rekening. Setelah terkumpul, sampah disetorkan ke bank induk. Warga memperoleh hasil sesuai tabungan masing-masing.

Lebih dari sekadar tempat transaksi, bank sampah ini menjadi ruang belajar bersama. Warga dapat melihat langsung bagaimana sampah dipilah, ditimbang, dan diolah. Bagi Srie, keberadaan bank sampah bukan hanya soal teknis, melainkan gerakan sosial yang menumbuhkan kebersamaan.

“Harapan kami, Bank Sampah Etam Idaman bisa menjadi teladan di Jahab. Menjaga lingkungan tidak sulit jika dilakukan bersama-sama. Selain lingkungan bersih, warga juga mendapat manfaat ekonomi,” tegasnya.

Dengan semangat gotong royong, Bank Sampah Etam Idaman kini menjadi simbol perubahan. Di balik kegiatan sederhana mengumpulkan botol plastik atau kardus, tersimpan tekad warga Jahab menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan