Menu ✖

Mode Gelap

Advertorial · 30 Sep 2025 12:59 WITA

Brigade Pangan Kukar Kelola 2.392 Hektare Lahan Rawa untuk Produksi Padi


 Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mengembangkan Program Brigade Pangan Kukar.
Hingga kini, terdapat 11 Brigade Pangan yang aktif mengelola lahan rawa seluas 2.392 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyebut empat kecamatan telah menjadi lokasi Brigade Pangan. Rinciannya, lima Brigade di Marangkayu, empat di Anggana, dua di Samboja, dan satu di Kelurahan Jahab, Tenggarong. Dari target 12 kelembagaan, masih tersisa satu Brigade yang belum terbentuk.

Berbeda dari kelompok tani biasa, Brigade Pangan berfungsi sebagai lembaga pertanian terpadu. Mereka mengelola usaha pertanian mulai dari pengolahan lahan, produksi, hingga distribusi hasil panen. Mereka menetapkan skema bagi hasil dengan porsi 70 persen untuk Brigade dan 30 persen untuk pemilik lahan.

Sejak terbentuk, Brigade Pangan mendapat dukungan berupa benih padi, kapur, biaya pengolahan tanah, dan bantuan alat mesin pertanian. Bahkan pembangunan saluran, jembatan, serta pintu air melibatkan TNI untuk memastikan infrastruktur penunjang berjalan optimal.

Meski demikian, permodalan masih menjadi kendala utama. Sebagian Brigade harus berutang untuk membiayai operasional harian. “Bahkan untuk mobilisasi bantuan pun ada yang masih bergantung pada dukungan kabupaten maupun Kodim. Ada yang bisa swadaya, tetapi rata-rata masih terbatas,” kata Taufik.

Untuk menjawab masalah ini, Pemkab Kukar menyiapkan skema Kredit Kukar Idaman. Petani dapat mengakses fasilitas kredit tanpa bunga ini melalui Bankaltimtara. Namun, pemanfaatannya masih rendah karena petani enggan berutang. “Padahal hanya perlu agunan, tapi banyak yang masih ragu. Itu yang terus kami dorong,” tambahnya.

Meski adopsi belum maksimal, perkembangan positif terlihat di Anggana. Petani di daerah itu mulai berkomunikasi dengan pihak bank untuk mengakses kredit tersebut. Ke depan, Distanak Kukar akan mengintensifkan sosialisasi agar petani lebih percaya memanfaatkan fasilitas ini.

“Secara konsep, Brigade Pangan sudah lengkap. Kami akan memperkuat dari sisi permodalan dan kelembagaan supaya lebih mandiri serta berdaya saing,” tutup Taufik. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Karhutla di Kukar, Aulia Koordinasi dengan BNPB Minta Bantuan Helikopter

23 Oktober 2026 - 20:55 WITA

Aulia Rahman Basri Tegaskan Gerakan Etam Mengaji Berlanjut, Kukar Bidik Juara Umum MTQ Kaltim

23 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Pejabat Administrator dan Pengawas Kukar Dilantik, Diminta Perkuat Kinerja dan Inovasi

23 Oktober 2026 - 20:50 WITA

Trending di Advertorial