okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Kota Bangun III kembali bersiap menggelar kegiatan tahunan Kemah Literasi, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September mendatang di kawasan wisata Danau Kumbara. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan karakter dan kepemimpinan pemuda, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarwilayah di hulu Mahakam.
Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas kemah biasa, melainkan sarana edukatif yang menekankan nilai kebersamaan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, Kemah Literasi telah menjadi program unggulan desa yang mendapat antusiasme tinggi dari pemuda setempat.
“Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang kami bangun untuk memperkuat jati diri pemuda melalui literasi dan diskusi terbuka. Harapannya, tahun ini bisa menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai kecamatan,” jelas Lilik.
Tahun ini, Pemdes menggandeng Dewan Kerja Ranting (DKR) Pramuka dari enam kecamatan di sekitar wilayah Kota Bangun III, yakni Kota Bangun Induk, Kota Bangun Darat, Muara Wis, Muara Muntai, Sebulu, dan Muara Kaman. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperluas jejaring kepemudaan yang aktif dan berdaya saing.
Danau Kumbara kembali dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan. Selain sebagai objek wisata alam yang terus dikembangkan oleh desa, kawasan ini dinilai sangat mendukung kegiatan edukatif di alam terbuka. Udara segar, pemandangan danau, dan ruang interaksi alami menjadi daya tarik tersendiri yang mendukung suasana belajar yang menyenangkan.
Adapun tema besar yang akan diangkat adalah “Kepemimpinan Berbasis Nilai Lokal.” Para peserta akan diajak mendalami nilai-nilai seperti gotong royong, kearifan lokal, hingga kepedulian sosial sebagai landasan dalam membentuk pemimpin masa depan yang adaptif dan berkarakter.
“Kami ingin menanamkan bahwa kepemimpinan sejati itu lahir dari nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat. Literasi bukan hanya soal buku, tapi juga soal memahami dan menghargai lingkungan sosial,” ujar Lilik.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa berharap dapat terus menumbuhkan semangat literasi yang membumi, serta mencetak generasi muda yang siap berkontribusi bagi desa dan daerah. Dukungan masyarakat serta keterlibatan aktif komunitas Pramuka menjadi kunci keberhasilan program yang telah terbukti memberi dampak positif ini.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








