Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Okt 2025 16:33 WITA

Dari Desa Suka Maju, Gerakan Bank Sampah Sukamaju Tembus Level Nasional


Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan salah satu produk paving blok hasil olahan limbah plastik di lokasi pengelolaan sampah Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayuk Sehati, menunjukkan salah satu produk paving blok hasil olahan limbah plastik di lokasi pengelolaan sampah Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Di tangan Yayuk Sehati, sampah tak lagi sekadar masalah, melainkan sumber perubahan. Melalui Bank Sampah Sukamaju di Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, ia berhasil menggerakkan warga untuk peduli lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah rumah tangga.

“Tujuan kami bukan hanya mencari uang, tapi juga mendukung program pemerintah menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Yayuk. “Namun alhamdulillah, dari usaha ini kami juga mendapat hasil ekonomi yang bisa membantu anggota.”

Perjalanan Bank Sampah Sukamaju tak mudah. Yayuk memulainya dengan mengajak warga sekitar memilah sampah dari rumah. Kini, gerakan itu tumbuh menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa.

Hasil kerja keras tersebut berbuah pengakuan. Bank Sampah Sukamaju kini dikenal hingga tingkat nasional setelah berhasil mengikuti kegiatan Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek). Keikutsertaan itu sepenuhnya didukung oleh sejumlah perusahaan yang peduli terhadap program lingkungan.

“Semua perjalanan dan kegiatan kami dibiayai bukan dari dana pribadi, tapi dari dukungan perusahaan yang bekerja sama dengan kami,” jelas Yayuk.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai perusahaan di sektor batubara dan perkebunan yang beroperasi di sekitar Tenggarong Seberang. Dukungan tersebut memperkuat peran Bank Sampah Sukamaju, baik dalam pengelolaan limbah maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Tak berhenti di sana, Yayuk dan timnya memperluas dampak gerakan lingkungan ini ke dunia pendidikan. “Kami sudah menandatangani MoU dengan MTS, SD, SMP, dan PAUD di sekitar desa. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik,” tuturnya.

Melalui kemitraan itu, para siswa diajak untuk aktif memilah sampah dan menumbuhkan kesadaran menjaga bumi sejak dini. “Kalau setiap desa mau bergerak seperti ini, saya yakin masalah sampah bisa teratasi,” ucap Yayuk penuh semangat.

Kini, Bank Sampah Sukamaju tak hanya menjadi solusi bagi kebersihan lingkungan, tapi juga simbol perubahan di tingkat akar rumput — bahwa langkah kecil dari desa bisa membawa dampak besar bagi masa depan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Petani Sangasanga Tak Lagi Jual Murah, Koperasi Baru Disiapkan Jadi Gudang Distribusi

16 April 2026 - 13:55 WITA

koperasi sangasanga

Dibayar Rp800 Ribu, Kurir Sabu 1,5 Kg di Kukar Terancam Seumur Hidup

15 April 2026 - 17:07 WITA

sabu kukar

Dibangun Rp23 Miliar, Kini Dipenuhi Semak dan Aktivitas Negatif, Ini Kondisi Taman Replika Tenggarong

15 April 2026 - 17:03 WITA

Taman replika Tenggarong

PHK Tanpa Gaji dan Pesangon, Ratusan Pekerja Tambang di Kukar Diduga Jadi Korban

14 April 2026 - 17:53 WITA

4.647 Peserta PBI Dialihkan ke Kabupaten, Kukar Pertanyakan Kebijakan Pemprov

14 April 2026 - 15:01 WITA

PBI Kukar

Tanpa Naik Harga, Tempe di Tenggarong Diam-Diam Mengecil

13 April 2026 - 20:14 WITA

harga tempe
Trending di Ekonomi