Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 17 Jul 2025 19:11 WITA

Desa Purwajaya Siapkan Puncak Danau Biru dan Fosil Raksasa Jadi Daya Tarik Wisata Baru


Desa Purwajaya Siapkan Puncak Danau Biru dan Fosil Raksasa Jadi Daya Tarik Wisata Baru Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, mulai menata langkah strategis dalam mengembangkan sektor pariwisata lokal. Salah satu proyek andalan yang tengah digodok adalah kawasan Puncak Danau Biru, destinasi alam yang diproyeksikan menjadi magnet wisatawan di wilayah tersebut.

Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, mengungkapkan bahwa rencana pengembangan masih dalam tahap awal. Meski demikian, pihaknya optimis menjadikan potensi alam dan geologis desa sebagai penopang ekonomi baru masyarakat.

“Kami melihat peluang besar di sektor pariwisata desa. Puncak Danau Biru menjadi prioritas pengembangan karena memiliki daya tarik pemandangan yang indah dan bernilai ekonomi,” ujar Sucipto.

Menariknya, selain lanskap alam yang memukau, Desa Purwajaya juga mencatat temuan geologi langka berupa batu fosil yang memanjang hingga 24 meter di RT 15. Tim desa menduga panjang totalnya bisa mencapai 30 meter karena sebagian masih tertimbun tanah.

“Temuan ini cukup mengejutkan. Kami percaya bahwa jika dikembangkan, bisa menjadi ikon geowisata yang menarik banyak pengunjung,” tambahnya.

Sayangnya, proses penggalian fosil sementara harus dihentikan karena kendala teknis di lapangan. Meski demikian, Pemdes bertekad untuk melanjutkan proses ini dengan menggandeng Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar dan pihak provinsi guna mendukung studi dan pengembangan lanjutan.

Sebagai langkah awal promosi, Sucipto menyebut pihaknya telah menyiapkan replika fosil sepanjang 20 meter yang direncanakan akan dipamerkan di Museum Samarinda. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Purwajaya sebagai desa yang tak hanya kaya akan alam, tapi juga memiliki nilai historis dan ilmiah.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Purwajaya menyimpan potensi besar, baik dari sisi wisata alam maupun penemuan ilmiah. Ini akan jadi kebanggaan bersama sekaligus peluang ekonomi baru,” tutup Sucipto.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran di Jalan Ruwan Tenggarong, Empat Bangunan Terbakar

8 Agustus 2026 - 15:10 WITA

kebakaran Jalan Ruwan Tenggarong

Museum Mulawarman Jadi Kanvas Digital, Legenda Putri Karang Melenu Tampil lewat Video Mapping

7 Agustus 2026 - 15:17 WITA

video mapping Putri Karang Melenu

11 Pengendara Ditindak, 12 Motor Ditahan dalam Penertiban Balap Liar di Poros Tenggarong–Samarinda

7 Agustus 2026 - 15:06 WITA

balap liar Tenggarong–Samarinda

Dua Orang Diselamatkan dari Sungai Mahakam di Tenggarong, Satu Sempat Tak Sadarkan Diri

6 Agustus 2026 - 22:53 WITA

penyelamatan di Sungai Mahakam Tenggarong

Savana Musiman di Danau Semayang Kembali Muncul, Wisatawan Berburu Sunset

6 Agustus 2026 - 15:09 WITA

savana musiman di Danau Semayang

50 Meter Jalan Poros Desa Batuq Ambruk, Akses Utama Warga Terputus

6 Agustus 2026 - 14:59 WITA

jalan poros Desa Batuq ambruk
Trending di Peristiwa