okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) terus berupaya meningkatkan infrastruktur pertanian demi menunjang produktivitas petani. Tahun 2025 ini, pembangunan jalan usaha tani dipusatkan di Desa Rapak Lambur dengan target panjang mencapai sekitar 30 kilometer.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa pembangunan jalan usaha tani di wilayah Bukit Biru telah ditangani pada 2023 lalu. Karena itu, untuk tahun 2025 kegiatan di Bukit Biru sementara dihentikan, agar fokus beralih ke daerah lain yang juga membutuhkan.
“Jalan usaha tani di Bukit Biru sudah dikerjakan pada 2023. Untuk tahun 2025 ini kami fokus dulu di Desa Rapak Lambur dengan target panjang sekitar 30 kilometer lebih,” jelas Taufik.
Menurutnya, keberadaan jalan usaha tani sangat penting bagi petani dalam memperlancar mobilitas, baik saat mengangkut hasil panen maupun distribusi sarana produksi pertanian. Infrastruktur ini diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
“Pembangunan jalan usaha tani ini bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan petani,” tambahnya.
Selain itu, Distanak Kukar juga terus melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan infrastruktur pertanian di berbagai kecamatan. Harapannya, pembangunan jalan usaha tani bisa merata sehingga manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak kelompok tani.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








