okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menapaki babak baru pembangunan ekonomi daerah. Seiring menurunnya ketergantungan terhadap sektor tambang, pemerintah kini memusatkan perhatian pada sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masa depan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyebut langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar menuju pertanian modern berbasis teknologi dan inovasi. Ia menegaskan, sektor pertanian kini bukan hanya urusan tanam dan panen, melainkan juga pengelolaan hasil secara berkelanjutan agar memiliki nilai tambah tinggi.
“Pertanian kita harus beralih ke sistem yang cerdas dan terintegrasi. Tujuannya bukan sekadar swasembada pangan, tapi juga menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi yang bisa bersaing di pasar,” ungkap Taufik, Sabtu (27/9/2025).
Melalui program pertanian presisi (precision agriculture), Distanak Kukar mulai menerapkan sistem berbasis data dan teknologi digital. Dengan sistem ini, petani dapat mengetahui kondisi kelembapan tanah, kebutuhan pupuk, hingga pola cuaca secara real-time, sehingga pengelolaan lahan menjadi lebih efisien dan hasil panen meningkat.
“Teknologi membuat petani bisa menekan biaya produksi sekaligus menjaga kelestarian lahan. Ini langkah menuju pertanian berkelanjutan,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada teknologi, Taufik menjelaskan bahwa pemerintah juga tengah membangun klaster-klaster agribisnis unggulan di berbagai kecamatan. Setiap wilayah diarahkan untuk mengembangkan komoditas khasnya dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir — mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
“Dengan model klaster ini, petani tak lagi hanya menjual hasil mentah. Mereka bisa mengolah produk sendiri, menambah nilai jual, dan memperkuat daya saing,” tambahnya.
Selain itu, Distanak Kukar turut mendorong regenerasi petani dengan mengajak generasi muda terjun ke dunia pertanian modern. Melalui pelatihan, pendampingan, dan kemudahan akses permodalan, pemerintah berharap lahir petani muda yang inovatif dan adaptif terhadap teknologi.
“Anak muda harus melihat pertanian sebagai peluang usaha, bukan pekerjaan tradisional. Dengan kreativitas mereka, pertanian bisa jadi sektor masa depan yang menjanjikan,” kata Taufik optimistis.
Langkah strategis ini menjadi pondasi kuat bagi Kukar menuju ekonomi hijau dan mandiri. Pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai bukti transformasi ekonomi berbasis sumber daya terbarukan.
“Kalau pertanian kita kuat, ekonomi daerah bisa berdiri di atas kaki sendiri. Inilah arah pembangunan Kukar ke depan — dari lahan menuju teknologi,” tegasnya. (adv/distanakkukar/atr)








