Menu

Mode Gelap

Advertorial · 11 Sep 2025 16:54 WITA

DLHK Kukar Minta Penutupan Operasi Sawit Ikuti Aturan, Hak Pekerja Dijamin


Suasana pembahasan dokumen AMDAL penutupan operasi perkebunan sawit bersama DLHK Kukar di Tenggarong, Kamis (11/9/2025). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Suasana pembahasan dokumen AMDAL penutupan operasi perkebunan sawit bersama DLHK Kukar di Tenggarong, Kamis (11/9/2025). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Penutupan kegiatan perkebunan dan industri pengolahan sawit bukan sekadar memadamkan mesin pabrik. Proses ini harus dijalankan dengan prosedur ketat agar tidak meninggalkan dampak lingkungan maupun masalah sosial. Hal itu menjadi sorotan utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara dalam pembahasan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang berlangsung di Kantor DLHK Kukar, Kamis (11/9/2025).

Ketua Tim Penyusun AMDAL DLHK Kukar, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa perusahaan sawit yang berhenti beroperasi tetap memiliki tanggung jawab hukum. “Ada prosedur penutupan yang harus dijalankan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan maupun sosial,” ujarnya.

Salah satu poin yang ditekankan adalah kewajiban mengeluarkan seluruh peralatan perkebunan dan pabrik dari lokasi. Proses ini wajib dilakukan melalui jalur darat dengan pengawasan ketat. “Semua harus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kukar agar tidak mengganggu lalu lintas dan tetap aman,” kata Yahya.

Selain aspek teknis, persoalan sosial juga menjadi perhatian. Penghentian operasi akan berdampak pada tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan. Menurut Yahya, perusahaan wajib memastikan hak-hak karyawan tetap dipenuhi. “PHK dilakukan bertahap sesuai berkurangnya aktivitas. Semua hak pekerja wajib diberikan sesuai aturan ketenagakerjaan,” tegasnya.

DLHK Kukar juga mengingatkan bahwa izin Hak Guna Usaha (HGU) maupun perizinan lain harus dikembalikan kepada pemerintah daerah. Apabila izin tidak diperpanjang, maka lahan otomatis kembali ke otoritas setempat.

Dengan kepatuhan terhadap prosedur hukum, aturan lingkungan, serta pemenuhan hak pekerja, DLHK Kukar menegaskan bahwa penutupan operasi harus berlangsung tertib, transparan, dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sabu Disembunyikan di Rumah Walet, Pria di Muara Kaman Ditangkap Polisi

18 April 2026 - 18:10 WITA

sabu muara kaman

P3K Mundur Lebih Dihargai, Bupati Kukar: Daripada Terima Tapi Tak Pernah Datang

18 April 2026 - 16:55 WITA

P3K Kukar

Kratom Jadi Sumber Duit Baru, Kukar Produksi Ratusan Ton, Kaltara Siap Ikut

17 April 2026 - 17:48 WITA

kratom kukar

60 Persen Wilayah Batuah Masuk Kawasan IKN, Warga Diminta Patuhi Penertiban Hutan

17 April 2026 - 16:02 WITA

desa batuah

Sempat Ditutup karena Limbah, SPPG di Kukar Kini Beroperasi Lagi, Sudah Aman?

17 April 2026 - 15:16 WITA

SPPG Kukar

Harus Tinggalkan Rumah hingga Sewa Tempat Baru, P3K Kukar Pilih Resign

16 April 2026 - 18:46 WITA

P3K Kukar
Trending di Pemerintahan