Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 22 Jul 2025 10:04 WITA

DP3A Kukar Aktif Jemput Bola Tangani Kekerasan dan Cegah Pernikahan Anak


DP3A Kukar Aktif Jemput Bola Tangani Kekerasan dan Cegah Pernikahan Anak Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat respons terhadap kasus kekerasan, terutama yang menimpa perempuan dan anak. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pendekatan yang digunakan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan proaktif dengan menjangkau langsung masyarakat dan mempercepat layanan perlindungan.

Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno, menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menunggu laporan datang, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap pengaduan tertangani dengan cepat dan menyeluruh.

“Begitu ada laporan atau permintaan pendampingan, seperti dari kepolisian, kami segera menurunkan tim, terutama untuk memberikan layanan psikologis bagi korban,” kata Hero, Selasa (22/7/2025).

Langkah responsif ini juga diterapkan dalam menangani kasus pernikahan usia anak yang masih terjadi di sejumlah wilayah. DP3A Kukar bahkan kerap dimintai bantuan oleh Pengadilan Agama untuk memberikan layanan konseling bagi calon pengantin muda.

“Anak yang dinikahkan di usia belia belum siap secara mental, fisik, maupun ekonomi. Ini berisiko tinggi memicu masalah rumah tangga di kemudian hari seperti KDRT, perceraian, bahkan penelantaran anak,” jelasnya.

Untuk itu, pendekatan persuasif terhadap keluarga dan pendampingan menyeluruh menjadi bagian dari strategi pencegahan yang terus digalakkan DP3A Kukar.

Data DP3A menunjukkan adanya peningkatan jumlah laporan kekerasan dari tahun ke tahun. Namun, Hero menilai hal ini bukan semata tanda meningkatnya kasus, melainkan membaiknya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelaporan dan perlindungan hukum.

“Kita melihat tren ini sebagai hasil dari edukasi yang mulai berhasil. Dulu banyak korban yang memilih diam karena takut atau malu. Sekarang mereka mulai berani bicara, dan itu membuka jalan bagi kami untuk memberikan pendampingan,” ujarnya.

DP3A Kukar kini memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga peradilan, kepolisian, dan tokoh masyarakat, demi memperluas jangkauan layanan. Harapannya, sistem perlindungan anak dan perempuan bisa semakin inklusif dan responsif di semua tingkatan.

“Intinya, kami ingin hadir lebih awal, sebelum masalah menjadi krisis. Perlindungan yang efektif hanya bisa terjadi kalau kita semua saling bekerja sama,” tutup Hero.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Anggaran Daerah Tertekan, Erau 2026 Tetap Jalan Lewat Hibah ke Kesultanan

2 Juli 2026 - 16:34 WITA

erau 2026 kukar

Di Tengah Arus Hoaks, Pers Lokal Jadi Penjaga Informasi Publik

2 Juli 2026 - 16:30 WITA

pers lokal kukar

Hari Bhayangkara ke-80, Pemkab dan Polres Kukar Perkuat Kolaborasi Program Sosial

1 Juli 2026 - 17:54 WITA

Hari Bhayangkara ke-80 Polres Kukar

Disdikbud Kukar Evaluasi Skema Nilai Jalur Prestasi SPMB 2026

1 Juli 2026 - 16:26 WITA

SPMB 2026

Polisi Jelaskan Alasan Tersangka Samarinda Half Marathon Tidak Ditahan

30 Juni 2026 - 18:19 WITA

tersangka Samarinda Half Marathon tidak ditahan

Polisi Sebut Rp280 Juta Dana Samarinda Half Marathon Dipakai Pribadi, EO Jadi Tersangka

30 Juni 2026 - 17:38 WITA

Samarinda Half Marathon tersangka
Trending di Hukum - Kriminal