Menu

Mode Gelap

Advertorial · 6 Agu 2025 20:57 WITA

DPRD Kukar Desak Perbaikan Pelayanan Kesehatan BPJS di Kukar


Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama warga saat kegiatan reses di Kecamatan Loa Janan membahas keluhan layanan BPJS Kesehatan. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama warga saat kegiatan reses di Kecamatan Loa Janan membahas keluhan layanan BPJS Kesehatan. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk membahas persoalan pelayanan kesehatan yang dikeluhkan masyarakat. Beberapa instansi yang akan diundang antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dan RSUD AM Parikesit Tenggarong.

Langkah ini menyusul adanya keluhan dari warga Kecamatan Loa Janan yang mengaku kesulitan mendapatkan layanan kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan. Warga menuturkan, mereka hanya dapat menggunakan fasilitas BPJS untuk perawatan intensif atau rawat inap, sementara layanan umum tetap harus dibayar secara pribadi.

“Persoalan ini menjadi perhatian kami di DPRD Kukar. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil OPD terkait untuk meminta penjelasan dan mencari solusi agar tidak ada lagi warga yang dirugikan,” tegas Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, di Loa Janan, Rabu (6/8/2025).

Ia menegaskan, dengan adanya program jaminan kesehatan yang telah dijalankan pemerintah, seharusnya tidak ada lagi masyarakat peserta BPJS yang ditolak ataupun dibebani biaya tambahan saat berobat.

“Masyarakat yang sudah menjadi peserta BPJS tidak boleh lagi diminta membayar. Semua jenis pengobatan mestinya ditanggung,” ujarnya.

Ahmad Yani juga menekankan bahwa jika BPJS mengalami kekurangan anggaran, pemerintah daerah seharusnya siap memberikan dukungan agar layanan kesehatan bagi masyarakat tidak terganggu.

“Kalau memang BPJS butuh tambahan dukungan anggaran, kami di DPRD siap membicarakannya bersama pemerintah daerah. Yang terpenting, semua penyakit harus bisa ditangani dan dibiayai melalui BPJS,” jelasnya.

Rencana pemanggilan OPD tersebut diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di Kukar, agar jaminan kesehatan benar-benar berpihak kepada masyarakat tanpa diskriminasi atau hambatan administratif. (adv/dprdkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raperda Pariwisata Kukar Diminta Pastikan Warga Sekitar Destinasi Ikut Sejahtera

2 Juni 2026 - 18:15 WITA

Raperda Pariwisata Kukar

Lakon “Ibu Negara” Hadirkan Raja Mirip Prabowo, MetaKarsa Bawa Kegelisahan Sosial ke Panggung

2 Juni 2026 - 18:09 WITA

Ibu Negara

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Kukar Cegah Tumpang Tindih Bantuan Gizi

1 Juni 2026 - 18:09 WITA

transfer pusat Kukar

PAD Kukar Baru Diproyeksi Rp800 Miliar, Aulia Bidik Potensi Pajak Baru

1 Juni 2026 - 18:03 WITA

PAD Kukar

Dari Kontes Motor, Greyfit Modifest 2026 Dorong Ekosistem Otomotif Lokal

1 Juni 2026 - 13:32 WITA

Greyfit Modifest 2026

Transfer Pusat Baru 23 Persen, Pemkab Kukar Tahan Sejumlah Kegiatan

30 Mei 2026 - 15:57 WITA

transfer pusat
Trending di Pemerintahan