okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Empat desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah bersiap mengalami lonjakan pembangunan besar-besaran. Investor asal Malaysia melalui PT Megah Utama Mandiri (MUM) berencana menanamkan investasi lintas sektor di atas lahan seluas lebih dari 1.000 hektare, mencakup sektor perkebunan, industri, pariwisata, hingga permukiman.
Adapun desa-desa yang masuk dalam rencana pengembangan ini adalah Loa Raya, Loa Pari, Loa Ulung, dan Tanjung Batu. Proyek ambisius ini disebut sebagai kerja sama strategis antara perusahaan Malaysia yang dimiliki oleh Dato Tan Sri, tokoh utama dalam korporasi besar MKH Group, dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, menjelaskan bahwa masing-masing desa akan memiliki fokus pengembangan berbeda sesuai karakteristik wilayahnya. “Loa Raya akan diarahkan ke budidaya komoditas unggulan seperti durian, pisang, dan singkong. Loa Pari dikembangkan sebagai sentra agrowisata dan perkebunan. Loa Ulung untuk kawasan permukiman, dan Tanjung Batu menjadi pusat industri dan pengolahan hasil pertanian,” paparnya.
Martin menegaskan bahwa investasi ini tidak mengubah status kepemilikan tanah masyarakat. Skema kerja sama menggunakan sistem bagi hasil, dengan warga tetap menjadi pemilik lahan dan mendapatkan 25 persen dari pendapatan usaha.
“Skemanya sudah disepakati, masyarakat tetap jadi pemilik lahan dan akan mendapatkan bagian hasil secara adil. Ini jadi model kolaboratif yang bisa memberdayakan desa,” ujarnya.
Pembangunan pabrik pengolahan pertanian akan menjadi salah satu pilar utama proyek ini. Lokasinya di Tanjung Batu dipilih karena akses yang strategis ke sungai, serta rencana pembangunan pelabuhan kecil untuk mendukung distribusi logistik.
Selain sektor pertanian dan industri, kawasan hunian modern juga akan dibangun secara bertahap. Proses pembebasan lahan dilakukan secara sukarela, sementara pengelolaan ekonomi lokal akan tetap berjalan melalui peran koperasi desa dan BUMDes.
Martin menyebutkan bahwa pengembangan ini adalah peluang besar bagi desa untuk melompat lebih jauh dalam pertumbuhan ekonomi, asal dijalankan secara terbuka dan profesional.
“Ini bukan hanya soal investasi asing. Ini tentang menciptakan masa depan baru bagi desa-desa kami. Dengan keterlibatan aktif warga dan pengawasan yang baik, manfaatnya akan sangat terasa,” pungkas Martin optimis.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)








