Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 2 Apr 2022 19:18 WITA

Evaluasi Perlindungan Perempuan, Fokus Cegah Kekerasan


Evaluasi Perlindungan Perempuan, Fokus Cegah Kekerasan Perbesar

okeborneo.com, JAKARTA – Sepanjang tahun 2019, telah terjadi 633 kasus kekerasan. Pada tahun 2020 sebanyak 626 kasus kekerasan, dan tahun 2021 sebanyak 450 kasus kekerasan. Ini menunjukkan, terjadi penurunan kasus dari tahun 2020 ke 2021 sebesar 176 kasus.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, di sela kegiatan Rapat Kerja Evaluasi Program Perlindungan Perempuan Provinsi Kalimantan Timur 2022, berlangsung di Hotel Grand Alia Prapatan Jakarta, Kamis (31/3/2022).

“Data yang saya sampaikan itu, sesuai dengan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA),” sebutnya.

Dikatakan Noryani, persoalan perlindungan perempuan telah menjadi isu nasional yang memerlukan penanganan serius dari semua pihak. Ini disebabkan tingginya kekerasan terhadap perempuan.

Penurunan kasus, mengindikasikan keberhasilan program perlindungan perempuan yang telah dilaksanakan Dinas PPPA, baik yang berada pada tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Meski mengalami penurunan kasus, program perlindungan terhadap perempuan tetap perlu dilaksanakan, mengingat beragamnya kasus kekerasan terhadap perempuan seiring kemajuan teknologi, seperti kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

“Program perlindungan perempuan yang selama ini telah dilaksanakan perlu dikaji kembali untuk dapat mengoptimalkan program perlindungan perempuan di Kalimantan Timur,” imbuh Soraya.

Selain itu, perlu fokus pada peningkatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan maupun perumusan kebijakan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi perempuan korban kekerasan. Hal ini bertujuan mewujudkan program perlindungan perempuan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Diperlukan pula pemetaan masalah mengenai kondisi riil dan terkini dari setiap kabupaten/kota,” tambahnya. Karena itu, rapat kerja tersebut diharapkan menghasilkan rumusan tindak lanjut program perlindungan perempuan yang lebih optimal.

Kegiatan diikuti Dinas PPPA dan UPTD PPA se-Kaltim. Hadir menjadi narasumber Asdep Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan TPPO Kemen PPPA Aresi Armynuksmono, dan Kasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Dinas PPAPP DKI Kajarta Evi Lisa. (rdg/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

500 Guru Mengaji di Kukar Ikuti Sertifikasi, Perkuat Kualitas Pendidikan Al-Qur’an

17 Oktober 2026 - 19:05 WITA

DPMPTSP Kukar Catat 40 Ribu UMKM, Pengurusan NIB Bisa Gratis di MPP

17 Oktober 2026 - 19:03 WITA

PAD Kukar dari PBG dan Tenaga Kerja Asing Tembus Rp2,3 Miliar

17 Oktober 2026 - 19:01 WITA

Perkim Kukar Siapkan Penataan Ulang Permukiman Pascakebakaran di Loa Ipuh

16 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kerusakan SDN 021 Tenggarong Ditaksir Rp2 Miliar, Disdik Kukar Usulkan Revitalisasi

16 Oktober 2026 - 20:14 WITA

Pemkab Kukar Perkuat Pencegahan Kebakaran, Rendi Solihin Tekankan Kesiapan Petugas dan Relawan

16 Oktober 2026 - 20:12 WITA

Trending di Advertorial