Menu

Mode Gelap

Advertorial · 30 Sep 2025 12:55 WITA

Gerakan “Minim Sampah” Kukar, Sinergi Organisasi Perempuan dan Pemerintah Daerah


Ketua DWP Kukar, Yulaikah Sunggono, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan pola hidup minim sampah pada kegiatan Aksi Nyata Kelola Sampah di Kantor DLHK Kukar, Selasa (30/9/2025). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Ketua DWP Kukar, Yulaikah Sunggono, menyampaikan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan pola hidup minim sampah pada kegiatan Aksi Nyata Kelola Sampah di Kantor DLHK Kukar, Selasa (30/9/2025). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA Kesadaran mengelola sampah sejak dari rumah tangga kerap dipandang sepele, namun justru menjadi fondasi penting untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, dan masa depan lingkungan. Yulaikah Sunggono, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutai Kartanegara (Kukar), menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat tentang sampah. Perubahan itu, katanya, harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Ia menyampaikan pernyataan itu dalam kegiatan Aksi Nyata Kelola Sampah di Kantor DLHK Kukar, Selasa (30/9/2025). Yulaikah menegaskan masyarakat tidak boleh lagi memandang sampah hanya sebagai urusan kebersihan. Ia menekankan sampah juga berkaitan erat dengan kualitas hidup.

“Minim sampah harus menjadi slogan bersama. Ini bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang harus kita jalankan setiap hari,” tegasnya di hadapan peserta yang terdiri atas perwakilan DWP dan PKK dari berbagai kecamatan.

Ia menjelaskan, langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi barang sekali pakai, serta membiasakan penggunaan kembali bahan layak pakai bisa memberikan dampak besar. Konsistensi dalam menerapkan pola hidup tersebut membuat pengaruhnya menular ke lingkungan sekitar.

Yulaikah juga menekankan peran penting perempuan dalam gerakan ini. Sebagai ibu dan istri, perempuan dapat menjadi teladan dalam keluarga. Keteladanan itu, kata dia, akan membentuk kebiasaan anak-anak sejak dini untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan. “Perubahan besar bisa berawal dari rumah. Ketika rumah tangga berkomitmen, maka desa, kecamatan, hingga kabupaten akan ikut merasakan dampaknya,” tambahnya.

Selain itu, ia mengapresiasi sinergi DLHK bersama PKK dan DWP yang konsisten menggerakkan aksi peduli lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting karena persoalan sampah tidak mungkin ditangani satu pihak saja. Keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan organisasi perempuan mempercepat terwujudnya Kukar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Yulaikah berharap slogan “minim sampah” menjadi gerakan kolektif masyarakat Kukar. Dengan cara itu, warga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan mendukung target pemerintah daerah dalam menciptakan pola hidup berkelanjutan. (adv/dlhkkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan