okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Perjuangan di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, hadir sebagai motor penggerak kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Kelompok ini menjadi wadah bagi para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sehari-hari, sekaligus sarana pemberdayaan perempuan desa.
Ketua KWT Perjuangan, Natalia, menjelaskan bahwa aktivitas kelompok saat ini berfokus pada budidaya berbagai jenis tanaman konsumsi seperti cabai, terong, dan sayuran hijau di sekitar rumah masing-masing anggota.
“Kami dorong ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah, menanam yang bisa langsung dikonsumsi. Selain menghemat pengeluaran, ini juga bisa menjadi kegiatan produktif,” ungkap Natalia, Selasa (3/6/2025).
Tidak hanya sekadar menanam, kelompok ini juga mulai mengenalkan praktik pertanian organik kepada anggotanya. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami untuk diolah menjadi pupuk alami.
“Daripada beli pupuk, jerami yang ada bisa kita jadikan pupuk. Ini lebih hemat dan tentunya lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Natalia menyebut, dengan pendekatan pertanian skala kecil ini, para ibu tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Apalagi, kondisi lingkungan perdesaan di Loa Duri Ulu sangat mendukung pengembangan pertanian rumah tangga.
“Di kampung seperti kami, lahannya masih cukup luas. Jadi sangat memungkinkan untuk mengembangkan pertanian skala rumah. Harapannya, ibu-ibu jadi lebih mandiri dan bisa memberi contoh untuk lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Melalui KWT Perjuangan, masyarakat di Loa Duri Ulu kini memiliki contoh nyata bagaimana perempuan bisa mengambil peran aktif dalam mendukung program pangan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan terdekat.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








