Menu

Mode Gelap

Hukum - Kriminal · 25 Jan 2022 20:01 WIB

Mabes Polri Sita Log Kayu Meranti Ilegal Senilai 4,8 Milyar di Kukar


 Mabes Polri Sita Log Kayu Meranti Ilegal Senilai 4,8 Milyar di Kukar Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Direktorat Polairud Baharkam (Badan Pemeliharaan Keamanan) Polri bersama Dirpolair Polda Kaltim mengungkap kasus ilegal logging di kawasan Sungai Mahakam, tepatnya perairan Desa Sebulu, Dusun Serbaya, Kecamatan Sebulu dan di daerah Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Selasa (25/1/2022).

Polri berhasil mengamankan tindak pidana kayu ilegal atau ilegal logging tersebut sebanyak 1.300 batang kayu sebagai barang bukti atau 4.000 kubik kayu tanpa dokumen beserta sebuah kapal kelotok di Sungai Mahakam.

Kayu gelondongan atau log tersebut didominasi jenis meranti yang diperkirakan berasal dari hutan di kawasan sekitar.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih mengatakan Ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut apakah ada keterlibatan atau satu jaringan di dua lokasi ini.

“Masih dikembangkan terkait kayu ini akan dijual ke mana dan siapa yang penyandang dananya dugaannya ini bukan pemain sendiri namun korporasi,” ungkapnya.

Polisi juga mengamankan dua orang warga berinisial A (34) dan R (39) untuk diperiksa di Ditpolairud Polda Kalimantan Timur terkait temuan log tanpa dokumen yang saat mereka sedang menjaga kayu gelondongan tersebut.

Sementara di daerah Kota Bangun polisi mengamankan 1.000 kayu log ilegal dimana para pelaku berhasil kabur.

Lebih lanjut dikatakannya, pembalakan dari bisnis kayu ilegal itu, negara merugi dari dana provinsi sumber daya hutan (PSDH) sebesar Rp 4,8 miliar lebih karena dana yang tidak disetor kepada negara (ilegal).

“Pasal yang dilanggar yaitu Pasal 17 huruf e dan Pasal 88 ayat (1) huruf b Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” bebernya.

“Ancaman hukuman karena pelanggaran ini bisa dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 2,5 miliar,” sambungnya.

Kepolisian hingga saat ini terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri jaringan ilegal logging ini.

“Karena tidak mungkin pelaku hanya dua orang. Diduga masih ada pelaku yang lain,” tutupnya.

Untuk diketahui, meranti adalah salah satu jenis tanaman khas daerah tropis, kayu serba guna yang banyak digunakan untuk aplikasi dekoratif termasuk furniture, finishing interior, panel, cetakan, skirting, architrave & konstruksi bangunan lainnya.

Pohon meranti dapat tumbuh di dataran rendah maupun di hutan hujan seperti Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi. Namun, Kalimantan merupakan penghasil kayu meranti dengan kualitas terbaik di Indonesia, sehingga meranti sering disebut sebagai kayu Kalimantan. (bdp/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bejat! Seorang Ayah Kandung Asal Muara Kaman Perkosa Anak Kandung Sendiri

27 Mei 2024 - 19:30 WIB

Teks foto : Rilis Polres Kukar (angga/okeborneo.com)

Kedai Makanan Ditabrak Mobil PickUp Bermuatan Semangka, 1 Orang Meninggal Dunia

9 Maret 2024 - 13:03 WIB

Gitar Isi Ganja di Samarinda Tak Bertuan, BNNP Kaltim Telusuri Pengirim dan Penerimanya

6 Maret 2024 - 23:40 WIB

Mahasiswa di Samarinda Pesan Ganja Dalam Pigura Ditangkap BNNP Kaltim

6 Maret 2024 - 23:38 WIB

5,6 Kg Ganja Dimusnahkan BNNP Kaltim, 1,6 Kg Diantaranya Tak Bertuan

6 Maret 2024 - 23:34 WIB

Satu Orang Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Kembali Diamankan Polresta Samarinda

17 Oktober 2023 - 11:26 WIB

Trending di Hukum - Kriminal