Menu ✖

Mode Gelap

Pos-pos Terbaru · 7 Apr 2026 17:14 WITA

Masalah Limbah Bikin 6 Dapur SPPG di Kukar Ditutup Sementara


 Ilustrasi dapur layanan gizi yang ditutup sementara akibat masalah pengolahan limbah, dengan aliran air limbah yang belum memenuhi standar. (Ilustrasi/redaksi okeborneo.com) Perbesar

Ilustrasi dapur layanan gizi yang ditutup sementara akibat masalah pengolahan limbah, dengan aliran air limbah yang belum memenuhi standar. (Ilustrasi/redaksi okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Enam dapur layanan pemenuhan gizi atau SPPG di Kutai Kartanegara harus menghentikan sementara operasionalnya. Layanan untuk penerima manfaat pun belum bisa dialihkan ke lokasi lain.

Penghentian ini dilakukan setelah inspeksi menemukan sistem pengolahan limbah di sejumlah dapur belum memenuhi standar yang ditetapkan. Temuan tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kemudian ditindaklanjuti melalui surat resmi bernomor 1204/D.TWS/3/2026.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan kendala utama berada pada instalasi pengolahan air limbah yang belum sesuai dengan ketentuan terbaru.

“Masih ada fasilitas yang belum menyelesaikan persyaratan teknis, khususnya terkait pengolahan limbah, sehingga belum bisa dinyatakan layak beroperasi,” ujarnya, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, kondisi ini terjadi dalam masa penyesuaian terhadap aturan baru yang mulai diberlakukan. Karena itu, penghentian operasional dilakukan sebagai langkah pengawasan agar seluruh fasilitas memenuhi standar lingkungan sebelum kembali digunakan.

Enam dapur yang terdampak tersebar di beberapa wilayah, yakni Loa Janan, Muara Kaman, Anggana, Samboja, dan Tenggarong.

Di sisi lain, pemerintah daerah belum dapat mengalihkan layanan ke dapur lain. Setiap unit SPPG disebut memiliki kapasitas dan cakupan penerima manfaat yang sudah ditentukan.

“Setiap unit memiliki batasan layanan. Jadi belum memungkinkan untuk dialihkan ke lokasi lain,” jelasnya.

Sunggono menegaskan, perbaikan menjadi tanggung jawab pihak pengelola atau mitra yang mengoperasikan fasilitas tersebut. Pemerintah daerah akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai ketentuan.

Evaluasi dijadwalkan berlangsung setiap dua pekan. Operasional dapur akan dibuka kembali setelah seluruh fasilitas dinyatakan memenuhi standar pengolahan limbah melalui proses verifikasi. (atr/bby)

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Kukar Ajak Generasi Muda Terlibat Aktif dalam Pembangunan

28 Oktober 2026 - 13:41 WITA

Tabang Masih Kerap Padam, Bupati Kukar Dorong Pemerataan Manfaat Batu Bara Lewat PLTU

27 Oktober 2026 - 20:26 WITA

Bupati Kukar Usulkan Lahan Eks Tambang untuk Pemberdayaan Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 19:51 WITA

SAE PASTARUNG Diresmikan, Pemkab Kukar Dukung Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Tenggarong

27 Oktober 2026 - 19:50 WITA

Kukar Siapkan Fondasi SDM Berkualitas, 500 Satuan PAUD Jadi Modal Wajib Belajar Prasekolah

26 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Operasi Patuh Mahakam 2026, Dishub Kukar Perkuat Pengawasan Teknis Kendaraan

26 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Trending di Advertorial