Menu

Mode Gelap

Distanak Kukar · 30 Mei 2025 12:04 WITA

Modernisasi Irigasi di Loa Duri Ulu Tingkatkan Keyakinan Petani Hadapi Musim Tanam


Modernisasi Irigasi di Loa Duri Ulu Tingkatkan Keyakinan Petani Hadapi Musim Tanam Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sistem irigasi yang lebih efisien kini mulai dinikmati para petani di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Berkat implementasi pipanisasi dan dukungan mesin pompa, distribusi air ke lahan pertanian seluas 110 hektare menjadi lebih lancar dan merata, membawa angin segar bagi produktivitas pertanian setempat.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Nusa Abadi, Sutiknar, mengungkapkan bahwa pembenahan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendongkrak kinerja petani. Sistem perpipaan yang diterapkan dinilai mampu mengurangi pemborosan air dan meminimalkan hambatan distribusi.

“Sekarang air bisa langsung dialirkan ke titik-titik yang dibutuhkan tanpa banyak kebocoran. Ini sangat membantu kami,” ujarnya pada Jumat (30/5/2025).

Selain pipanisasi, ketersediaan mesin pompa turut memperkuat distribusi air, terutama saat memasuki musim kemarau. Teknologi ini memungkinkan pasokan air tetap stabil, sehingga proses pertanian tidak terhambat.

“Pompa air juga sudah tersedia, jadi distribusinya bisa kami atur sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Sutiknar menyebutkan, Loa Duri Ulu memiliki 10 kelompok tani aktif dan lima Kelompok Wanita Tani (KWT) yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan. Keberadaan sistem irigasi yang baik menjadikan jadwal tanam lebih terukur dan mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca.

“Kami jadi lebih fleksibel menentukan waktu tanam, tidak was-was lagi menunggu hujan turun,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi irigasi yang optimal berbanding lurus dengan hasil pertanian yang lebih baik. Ketersediaan air yang cukup meningkatkan peluang panen sukses dan memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kami merasakan langsung dampaknya. Hasil panen lebih stabil dan berkualitas,” ucapnya.

Ia berharap perbaikan sistem irigasi tidak berhenti di sini. Perluasan jaringan dan pemeliharaan rutin masih dibutuhkan, terutama di lahan-lahan yang belum terjangkau secara maksimal. Dengan dukungan berkelanjutan, Sutiknar optimis pertanian di Loa Duri Ulu akan semakin berkembang.

“Air adalah faktor kunci. Kalau air tersedia dengan baik, kami bisa lebih fokus dan optimis dalam bertani,” pungkasnya.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kebakaran Jalan Pesut Kukar, Damkar Kerahkan Tujuh Unit dan Kuasai Api dalam 20 Menit

4 September 2026 - 21:47 WITA

Dana Kurang Salur Rp2,4 Triliun Belum Pasti Cair, Pemkab Kukar Koreksi APBD Perubahan 2026

4 September 2026 - 17:58 WITA

Kasus ISPA di Kukar Melonjak, Tembus 9.075 Kasus Selama Agustus

4 September 2026 - 15:40 WITA

PJJ Mulai Diterapkan Hari Ini di Sejumlah Wilayah Kukar, Sekolah Diberi Fleksibilitas

3 September 2026 - 14:28 WITA

Kukar Berlakukan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP Mulai 3 September Imbas Karhutla dan Kekeringan

2 September 2026 - 18:40 WITA

Kemarau Panjang, Kukar Gelar Salat Istisqa: Bupati Sebut Kekeringan hingga Asap Jadi Ancaman

2 September 2026 - 12:20 WITA

Trending di Pos-pos Terbaru