Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 16 Jul 2025 16:59 WITA

Muara Jawa Siapkan Transformasi: Dari Lumbung Padi ke Destinasi Ekowisata


Muara Jawa Siapkan Transformasi: Dari Lumbung Padi ke Destinasi Ekowisata Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Muara Jawa di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap membuka lembaran baru dalam peta pengembangan wilayah. Selama ini dikenal sebagai salah satu kantong pertanian produktif, Muara Jawa kini menggagas diversifikasi ekonomi melalui sektor ekowisata yang berbasis potensi lokal.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menyebutkan bahwa ketergantungan pada sektor pertanian tetap dijaga. Namun, pihaknya juga melihat perlunya membuka jalur alternatif yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Kita tetap bangga dengan kekuatan pertanian. Kelompok tani di sini aktif dan mandiri, terutama dalam pengembangan padi. Tapi kami juga butuh inovasi,” ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Salah satu potensi yang mulai dikaji adalah keberadaan danau eks tambang yang secara alami terbentuk dengan air berwarna biru jernih. Lokasi ini dinilai memiliki daya tarik visual yang kuat dan bisa dikembangkan menjadi objek wisata berbasis lingkungan.

“Airnya sangat jernih, menyerupai laut. Kalau ditata dengan konsep ekowisata, saya yakin tempat ini akan menjadi magnet baru bagi wisatawan,” jelas Ramli.

Ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada objek wisata umum yang dikelola secara maksimal di Muara Jawa. Sebagian besar fasilitas wisata masih bersifat pribadi, seperti kolam renang. Oleh karena itu, inisiatif ini diharapkan menjadi titik tolak perubahan.

Pemerintah kecamatan telah membuka komunikasi awal dengan Dinas Pariwisata Kukar untuk membahas kemungkinan pengembangan kawasan tersebut. Ramli menyebut pendekatan ini sebagai langkah strategis untuk menarik perhatian pemerintah kabupaten dan investor.

“Sudah kami diskusikan secara informal. Sekarang tinggal menunggu perhatian lebih lanjut agar ada langkah konkret menuju penataan kawasan wisata,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar urusan ekonomi, Ramli menekankan bahwa pengembangan ekowisata juga menjadi medium edukasi lingkungan bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran wisata alam bisa menjadi pengingat bahwa alam yang terjaga adalah sumber kehidupan yang tak ternilai.

“Ini bukan sekadar membangun tempat wisata. Ini juga tentang membangun kesadaran bersama untuk merawat lingkungan sebagai warisan bagi generasi berikutnya,” tutupnya.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Disambut Warga Saat Pulang ke Kukar, Rita Widyasari Pilih Menepi dari Politik

12 Juni 2026 - 22:24 WITA

Rita Widyasari

Di LK II HMI Kukar, Arief Rosyid Ajak Kader Kawal Ekonomi Berbasis Pasal 33

12 Juni 2026 - 14:59 WITA

LK II HMI Kukar

Konvensi Media Siber di Samarinda Bahas Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 14:53 WITA

Konvensi Media Siber Samarinda

Berangkat dari Samarinda, 40 Kg Sabu dan 157 Cartridge Etomidate Diungkap di Parepare

11 Juni 2026 - 19:20 WITA

sabu Parepare

Pertamax Rp16.650 per Liter, Ojol Tenggarong: Beban Tambah, Pendapatan Tak Naik

11 Juni 2026 - 16:05 WITA

pertamax

Harga Pertamax Naik, Akademisi Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Lewat Operasi Pasar

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

pertamax naik
Trending di Ekonomi