Menu ✖

Mode Gelap

Home · 4 Okt 2025 18:56 WITA

Pemkab Kukar Gunakan Data Faktual untuk Perencanaan Pertanian hingga 2029


 Edi Damansyah menyampaikan paparan dalam FGD penyusunan basis data pertanian bersama Pemkab Kukar dan KTNA di Desa Bangun Rejo, Kamis (2/10). (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Edi Damansyah menyampaikan paparan dalam FGD penyusunan basis data pertanian bersama Pemkab Kukar dan KTNA di Desa Bangun Rejo, Kamis (2/10). (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Sawah-sawah di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Kamis pagi itu masih basah oleh embun. Di tengah suasana tenang, sekelompok petani berkumpul bersama pejabat pemerintah. Mereka bukan sekadar hadir untuk diskusi biasa, melainkan menyusun fondasi arah pertanian Kukar lima tahun mendatang.

Di Taman Teknologi Pertanian, Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar Focus Group Discussion (FGD). Forum ini menjadi langkah awal membangun basis data pertanian yang kelak dipakai sebagai acuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menegaskan pentingnya data akurat dalam perencanaan. “Dengan data yang akurat, arah pembangunan pertanian ke depan tidak lagi berdasarkan proposal, tapi pada perencanaan program yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perangkat pemerintah telah disiapkan untuk menghimpun informasi langsung dari petani. Mulai kebutuhan sarana prasarana hingga hambatan lapangan akan dicatat. Seluruh data kemudian diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) agar tersusun renstra pertanian hingga 2029.

Ketua KTNA Kukar, Edi Damansyah, menyambut langkah ini sebagai perubahan penting. Menurutnya, pola lama penyusunan program berbasis proposal kerap menimbulkan ketimpangan. “Sering kali, kelompok yang lihai membuat proposal mendapat bantuan lebih banyak, sementara yang benar-benar aktif justru terabaikan,” tegasnya.

Ia berharap, mulai 2025, pembangunan pertanian Kukar benar-benar berlandaskan data faktual. “Kalau bukan belanja hibah yang diatur undang-undang, sebaiknya semua berbasis program nyata, bukan proposal,” tambah Edi.

KTNA sendiri telah melakukan pendataan kelompok tani di seluruh kecamatan. Hasilnya disiapkan sebagai masukan bagi pemerintah daerah. Dengan begitu, arah pembangunan pertanian di Kukar diharapkan lebih tepat sasaran dan memberi keadilan bagi seluruh petani. (atr)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pesantren Masa Depan, Hetifah Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Kesempatan Setara bagi Santri

26 Oktober 2026 - 18:53 WITA

Aliansi Minta Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Murid SD di Muara Jawa Diusut

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Diduga Cabuli Murid SD, Oknum Guru di Muara Jawa Dipolisikan

26 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Brida Kukar Tekankan Kelengkapan Dokumen Inovasi OPD, Jadi Penentu Penilaian Indeks Daerah

24 Oktober 2026 - 19:40 WITA

Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemkab Kukar Minta Hak Konsesi Pertambangan dan Alokasi Gas ke Pusat

24 Oktober 2026 - 19:38 WITA

Tingkatkan Perekonomian Daerah, Pemkab Kukar Bawa TPID Raih Juara Kalimantan 4 Tahun Beruntun dan Gulirkan Kredit Kukar Idaman

24 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Trending di Advertorial