Menu

Mode Gelap

Diskominfo Kutai Kartanegara · 8 Agu 2025 13:46 WITA

Pergeseran Tanah Ancam Permukiman Warga, Pemkab Diminta Ambil Langkah Cepat


Pergeseran Tanah Ancam Permukiman Warga, Pemkab Diminta Ambil Langkah Cepat Perbesar

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Permukiman warga di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, mengalami gangguan serius akibat retakan tanah yang terus meluas. Retakan ini mulai terpantau sejak Selasa (5/8/2025), terutama di wilayah RT 12, 14, dan 15, di mana beberapa rumah panggung terlihat condong dan tidak lagi stabil.

Plt Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyampaikan bahwa situasi ini mengindikasikan kondisi darurat yang perlu ditangani secara cepat dan terukur. Ia menegaskan, fenomena ini berpotensi menjadi awal dari bencana longsor yang lebih besar jika tidak diantisipasi.

“Banyak rumah warga sudah terdampak. Ini bukan hanya keretakan biasa, tapi ada indikasi pergeseran tanah yang serius. Keselamatan warga harus segera diamankan,” ujar Abdul Karim saat meninjau lokasi, Kamis (7/8/2025).

Tim Kecamatan bersama perangkat desa dan para ketua RT telah melakukan asesmen lapangan. Titik-titik retakan ditandai, dan sejumlah rumah diklasifikasikan dalam kategori risiko tinggi. Aktivitas berat di sekitar wilayah terdampak juga telah dihentikan sementara.

Pergeseran tanah ini diyakini dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat dan perubahan iklim ekstrem. Setelah melewati musim kemarau panjang, struktur tanah menjadi rapuh dan mudah tergeser, apalagi ditambah beban bangunan yang terus meningkat.

“Cuaca ekstrem akhir-akhir ini memang menjadi tantangan. Karena itu, perlu ada pendekatan baru dalam perencanaan pembangunan, khususnya untuk daerah-daerah bantaran sungai yang tanahnya labil,” imbuh Abdul Karim.

Pemerintah Kecamatan akan segera menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meminta kajian teknis lanjutan serta penanganan terpadu, baik darurat maupun jangka panjang.

“Kami mendorong agar ini segera ditindaklanjuti dengan kajian geologi dan upaya mitigasi nyata. Jika dibutuhkan relokasi sementara, kami siap mendampingi warga,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak mengabaikan tanda-tanda pergeseran tanah. Sistem peringatan dini berbasis komunitas diharapkan segera dibentuk guna meminimalisir risiko yang lebih besar.(adv/diskominfokukar/atr/ob1/ef)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SLBN Tenggarong Dapat Bus Sekolah, Mobilitas Siswa Berkebutuhan Khusus Diperkuat

22 Mei 2026 - 14:08 WITA

SLBN Tenggarong

Demo di Kantor Gubernur Kaltim Mereda Usai Audiensi, Rudy Mas’ud Jelaskan Mekanisme Hak Angket

22 Mei 2026 - 14:03 WITA

Rudy Mas’ud

Korsleting Listrik Terjadi di Gedung D Kantor Bupati Kukar, Damkar Turunkan Empat Unit

22 Mei 2026 - 11:20 WITA

Kantor Bupati Kukar

Distanak Kukar Periksa 7.089 Hewan Kurban, Label Sehat Jadi Syarat Dijual

21 Mei 2026 - 19:19 WITA

hewan kurban kukar

77 Laporan Kekerasan Seksual Masuk di Kukar, Mayoritas Korban Anak

20 Mei 2026 - 18:03 WITA

kekerasan seksual di Kukar

Sapi Bali Paling Dicari, Lapak Kurban di Tenggarong Klaim 70 Persen Stok Terjual

20 Mei 2026 - 17:09 WITA

Sapi Bali di Tenggarong
Trending di Ekonomi