okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa saat ini petani muda atau petani milenial mulai dilibatkan secara aktif dalam penerapan teknologi pertanian modern, salah satunya sebagai operator drone.
Menurut Taufik, para operator drone ini merupakan petani muda yang dipilih langsung oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah masing-masing. Biasanya, setiap Gapoktan menunjuk satu hingga tiga orang petani untuk menjalankan peran tersebut.
“Para petani milenial ini sudah mendapatkan pelatihan khusus dari penyedia teknologi atau lembaga terkait. Pelatihan ini penting agar mereka benar-benar memahami cara kerja drone dan dapat mengoperasikannya secara optimal di lapangan,” ujarnya, Senin (26/5/2025).
Penggunaan drone dalam sektor pertanian dinilai sangat membantu efisiensi kerja, seperti penyemprotan pupuk cair dan pestisida, serta pemantauan kondisi tanaman secara real time. Selain meningkatkan hasil produksi, adopsi teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda.
Distanak Kukar terus mendorong transformasi pertanian berbasis teknologi sebagai strategi menghadapi tantangan di sektor pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.(adv/distanakkukar/atr/ob1/ef)








