okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Inovasi pengolahan sampah plastik terus berkembang di Kutai Kartanegara. Salah satunya datang dari Ketua Bank Sampah Sukamaju, Yayu Sehati, asal Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, yang berhasil mengubah tumpukan plastik menjadi produk bernilai tinggi berupa paving blok ramah lingkungan.
Dalam keterangannya, Yayu menjelaskan bahwa proses produksi paving blok plastik dilakukan setiap hari dengan kapasitas rata-rata 100 hingga 200 buah per hari. “Sekali produksi, kami bisa menghasilkan sekitar 200 paving. Kami jual dengan harga Rp7.000 per biji,” ujarnya.
Menariknya, meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding paving blok konvensional, produk buatan Bank Sampah Sukamaju justru menawarkan keunggulan dari segi ketahanan. “Kalau paving biasa mudah pecah, paving dari plastik ini jauh lebih kuat. Bisa dibilang garansinya seumur hidup karena bahan plastik padat itu susah sekali untuk retak,” tambah Yayu.
Ia mengungkapkan, biaya produksi masih bergantung pada jenis dan harga bahan baku plastik yang digunakan. “Harga plastik itu fluktuatif, jadi biaya produksinya juga menyesuaikan. Kami punya sekitar 350 pelanggan, dan setiap minggu ada jadwal pengambilan sampah di tiap desa. Dalam seminggu, bisa terkumpul 300 sampai 400 kilogram plastik,” terangnya.
Sampah-sampah plastik yang dikumpulkan kemudian diolah menjadi paving blok, yang selain bernilai ekonomis juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan. “Dampaknya besar, karena tumpukan sampah yang tadinya berserakan kini bisa dimanfaatkan jadi produk bermanfaat,” kata Yayu.
Terkait keuntungan usaha, Yayu menyebut hasilnya cukup menjanjikan, meski tidak hanya berorientasi pada bisnis. “Kalau mau tahu detailnya, nanti bisa datang ke workshop kami. Yang jelas, selain ekonomi, kami juga mendapat manfaat sosial. Kalau ada warga sekitar yang kesusahan, kami berusaha membantu semampu kami,” tuturnya.
Kini, penggunaan paving blok plastik hasil olahan Bank Sampah Sukamaju sudah mulai meluas di Desa Suka Maju. “Sudah ada delapan warga yang memakai, termasuk kantor desa, posyandu, dan kantor PKK juga sudah menggunakan paving blok dari plastik daur ulang ini,” pungkasnya. (adv/dlhkkukar/atr)








