Menu

Mode Gelap

Advertorial · 19 Nov 2025 19:14 WITA

Program Kredit Kukar Idaman Catat Kinerja Positif, Pertumbuhan UMKM hingga Nelayan Terus Meningkat


Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau kawasan pertanian sambil memaparkan capaian Program Kredit Kukar Idaman. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau kawasan pertanian sambil memaparkan capaian Program Kredit Kukar Idaman. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA — Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan murah kembali menunjukkan hasil menggembirakan. Program Kredit Kukar Idaman (KKI), yang sejak awal dirancang untuk mendorong sektor usaha rakyat, kini mencatat kinerja sangat sehat dengan tingkat kredit macet berada di bawah 2,5 persen.

Rendahnya rasio kredit bermasalah ini menjadi indikator bahwa dana yang digulirkan benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Sektor usaha kecil, pertanian, hingga perikanan disebut terus menunjukkan peningkatan kinerja, sejalan dengan tingginya serapan pinjaman dari para pelaku usaha di daerah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa capaian tersebut memperlihatkan kuatnya kepercayaan antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat dalam pengelolaan program pembiayaan murah ini. Ia memastikan komitmen Pemkab Kukar untuk memperluas jangkauan KKI terus berlanjut.

“Program KKI tetap kita lanjutkan. Bahkan plafonnya kita naikkan dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta,” ujarnya saat meninjau kawasan irigasi Rapak Rabau.

Untuk memperkuat kapasitas pembiayaan, Pemkab Kukar terus menambah dukungan modal bagi Bankaltimtara selaku penyalur kredit. Pada 2024, Kukar menerima dividen sebesar Rp21 miliar dari Bankaltimtara. Seluruh pendapatan tersebut, kata Aulia, langsung dialokasikan kembali untuk memperbesar modal program KKI.

“Penyertaan modal kita sekitar Rp42 miliar. Penyaluran kreditnya sudah di atas Rp36 miliar, dan tingkat kesehatannya sangat baik,” jelasnya.

Meski demikian, Aulia mengungkapkan bahwa kenaikan plafon kredit hingga Rp500 juta masih tertahan karena tambahan penyertaan modal dari Pemkab Kukar belum direalisasikan. Namun ia memastikan bahwa kebutuhan tersebut sudah diakomodasi dalam perencanaan anggaran tahun 2026.

“Insyaallah 2026 kita sertakan, karena anggarannya sudah disiapkan,” tegasnya.

Aulia menambahkan, seluruh dividen yang diterima daerah dari Bankaltimtara akan terus digulirkan kembali ke dalam program KKI. Menurutnya, pola ini tidak hanya menjaga keberlanjutan pembiayaan, tetapi juga memastikan modal daerah benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat produktif.

Evaluasi Pemkab Kukar menunjukkan bahwa penyaluran KKI memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi riil. Sektor UMKM mengalami peningkatan, sementara aktivitas petani dan nelayan ikut terdongkrak melalui akses modal yang lebih mudah.

“Perkembangan UMKM cukup pesat, hasil tangkapan nelayan naik, dan sektor pertanian walaupun sedikit lebih lambat tetap bergerak positif,” tutup Aulia. (adv/prokomkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Program

12 Mei 2026 - 18:47 WITA

karang taruna kaltim

Bupati Aulia Jawab Ancaman Boikot Fraksi PDIP, Klaim Pemkab Siapkan Bantuan untuk 2.662 Santri

12 Mei 2026 - 18:01 WITA

bupati aulia

Karang Taruna Disebut Punya Struktur Kuat hingga RT, Bupati Aulia Dorong Peran Pemuda Daerah

12 Mei 2026 - 14:43 WITA

Karang taruna kaltim

Paripurna DPRD Kukar Bisa Pakai Bahasa Kutai, Raperda Perlindungan Bahasa Disahkan

11 Mei 2026 - 23:18 WITA

Bahasa Kutai

Raperda Pesantren Belum Masuk Paripurna, Fraksi PDIP Kukar Ancam Boikot Kebijakan Bupati

11 Mei 2026 - 19:27 WITA

Raperda Pesantren Kukar

116 Mahasiswa FEB Unikarta Dampingi UMKM Desa Bhuana Jaya

11 Mei 2026 - 12:01 WITA

FEB Unikarta
Trending di Pendidikan