okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui program penyaluran hewan kurban yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini menjadi agenda rutin yang bertujuan mendukung pelaksanaan Hari Raya Iduladha di seluruh kecamatan sekaligus memastikan pemerataan bantuan hewan ternak bagi masyarakat.
Program penyaluran hewan kurban tersebut menjadi bagian penting dari Kukar Berkah, salah satu program yang mulai berjalan sejak 2022 dan terus dilanjutkan hingga saat ini. Tidak hanya bersifat seremonial, program ini berkembang sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dalam dua tahun terakhir, kontribusi Pemkab Kukar menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah hewan yang dibagikan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa program kurban merupakan salah satu bentuk implementasi dari nilai-nilai Kukar Idaman Terbaik. Meskipun masa kepemimpinan sebelumnya telah berakhir, semangat pelayanan dan keberlanjutan program tetap dijaga.
“Setiap tahun kami menyalurkan hewan kurban, terutama sapi, ke seluruh kecamatan,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, jumlah hewan yang didistribusikan mengalami lonjakan cukup besar. Jika pada 2022–2023 Pemkab Kukar hanya menyalurkan 35 ekor sapi, maka pada 2024–2025 jumlah tersebut melonjak menjadi 150 ekor sapi. Peningkatan ini dianggap sebagai wujud komitmen yang semakin kuat dalam memberikan dukungan kepada masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
Tidak hanya kuantitas yang diperhatikan, kualitas hewan kurban juga menjadi prioritas. Pemkab Kukar banyak memilih sapi Bali dengan bobot rata-rata 400 kilogram karena ketahanannya dan kualitas dagingnya. Pada Iduladha 2025, pemerintah daerah juga menyalurkan dua ekor sapi limousin berukuran besar yang masing-masing mencapai berat sekitar 800 kilogram, sehingga memberikan nilai lebih bagi penerima.
Walaupun permintaan masyarakat sempat mencapai 300 ekor sapi, Pemkab Kukar hanya dapat memenuhi sekitar 152 ekor karena menyesuaikan kemampuan anggaran. Dendi menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya agar seluruh kecamatan dapat menerima bantuan hewan kurban meski jumlahnya tidak selalu sesuai pengajuan.
“Kami tetap mengupayakan distribusi yang merata sesuai kapasitas anggaran,” tambahnya.
Melalui keberlanjutan program Kukar Berkah, Pemkab Kukar berharap nilai berbagi dan kepedulian terus tumbuh di kalangan masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat di berbagai wilayah.
Dendi menutup dengan harapan bahwa program tersebut dapat terus menjadi teladan dalam menebarkan kebaikan di Kutai Kartanegara. (adv/prokomkukar/atr)








