Menu

Mode Gelap

Advertorial · 24 Sep 2025 16:30 WITA

Program Pengendalian Hama Terpadu Distanak Kukar Tingkatkan Produktivitas Petani


Plt Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, memaparkan program pengendalian hama terpadu untuk mendukung produktivitas pertanian. (Angga/okeborneo.com) Perbesar

Plt Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, memaparkan program pengendalian hama terpadu untuk mendukung produktivitas pertanian. (Angga/okeborneo.com)

okeborneo.com, KUTAI KARTANEGARA – Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas tanam dan jumlah produksi, tetapi juga oleh seberapa cepat petani mampu mengantisipasi ancaman di lapangan. Menyadari hal itu, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat program pengendalian hama terpadu agar petani tidak sendirian menghadapi risiko gagal panen.

Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Kukar, Taufik, menegaskan pengendalian hama merupakan salah satu prioritas utama karena dampaknya langsung terhadap produktivitas pangan daerah. “Intervensinya adalah kita menyiapkan bahan pengendali, jadi ketika ada serangan hama, kita bisa segera membantu. Selain itu, kita juga melakukan penerapan pengendalian hama terpadu,” ujarnya, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, program pengendalian hama terpadu saat ini diterapkan di lahan seluas 25 hektare dengan melibatkan kelompok tani binaan. Distanak Kukar menyalurkan pestisida ramah lingkungan sekaligus memberikan pendampingan teknis mulai dari persiapan tanam hingga masa panen. “Kita kawal petani dari persiapan tanam sampai panen, sehingga mereka benar-benar bisa menerapkan pola pengendalian hama yang tepat,” tambahnya.

Upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan hasil panen sekaligus menekan potensi kerugian akibat serangan hama. Petani yang terlibat dalam program ini tidak hanya terlindungi, tetapi juga mendapat wawasan baru tentang pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Selain fokus pada pengendalian hama, Distanak Kukar juga memberikan edukasi kepada petani mengenai pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. “Alhamdulillah hasilnya cukup bagus, petani bisa lebih mandiri dalam mengelola lahan sekaligus ramah lingkungan,” tutup Taufik. (adv/distanakkukar/atr)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Peta Politik Kukar Berpotensi Berubah, Bawaslu dan Parpol Mulai Bahas Pemilu 2029

11 April 2026 - 17:09 WITA

peta politik kukar

Bajaj Online di Tenggarong Belum Berizin, Pemkab Minta Jangan Narik Penumpang Dulu

10 April 2026 - 19:20 WITA

bajaj online tenggarong

Ada yang Kuasai Belasan Kios di Pasar Tangga Arung hingga 20 Tahun, Kukar Siapkan Aturan Baru

10 April 2026 - 15:16 WITA

pasar tangga arung

Baru Dilantik, PJ Kades Jonggon Fokus Siapkan PAW dan Lanjutkan Program Desa

9 April 2026 - 17:29 WITA

PJ Kades Jonggon

Mau Lihat Kukar Era Kesultanan? Arsip Langka Dipamerkan di Tenggarong

9 April 2026 - 17:22 WITA

arsip kukar

Bajaj Sudah Jalan di Tenggarong, Dishub: Belum Ada Izin

8 April 2026 - 19:41 WITA

bajaj Tenggarong
Trending di Pos-pos Terbaru